Kehadiran Kapolres Lombok Utara ke kediaman warga bukan dalam tugas pengamanan, melainkan membawa harapan bagi Elin Isroq Nurwahyuni, 7 tahun, murid difabel SLB Negeri 1 Tanjung.
Dengan penuh haru, Kapolres Lombok Utara menyerahkan kursi roda untuk Elin, gadis kecil yang selama ini menjalani hari-hari dengan keterbatasan fisik.
Baca Juga: Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTB Baru 32 Persen, Target 62 Persen 2025 Dikejar
Di tengah keheningan teras rumah itu, kepedulian menjelma nyata, saat pucuk pimpinan Polres Lombok Utara turun langsung memberi perhatian pada warganya.
“Saya memaknai rezeki sebagai apa yang masuk ke mulut saya, selebihnya adalah titipan. Sebagian titipan itu adalah hak orang lain yang membutuhkan, seperti Elin. Kursi roda ini semoga menjadi jalan agar Elin bisa menapaki hidup lebih bermakna,” ujar Agus Purwanta di sela penyerahan bantuan.
Tak hanya secara simbolik, kehadiran Kapolres Lombok Utara ini menunjukkan peran Polri yang lebih dari sekadar penjaga keamanan. Baginya, anggota Polres yang tersebar di pelosok harus mampu menjadi jembatan bagi warga yang sering tak terdengar suaranya. Kepedulian adalah bentuk paling nyata dari pengayoman.
Baca Juga: Ahmad Ziadi Kembali Nakhodai DPD ASPPI NTB
“Selama Allah masih mempercayakan saya dan keluarga sebagai kepanjangan tangan rezeki bagi siapa pun, kami akan hadir — atas izin-Nya. Saya percaya anggota di Polres Lombok Utara juga melakukan hal yang sama. Tugas saya adalah memberi teladan: di depan memberi contoh, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan,” tegasnya merujuk pada falsafah Jawa ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, juga menuturkan kebahagiaannya dapat mendampingi langsung kegiatan sosial ini.
Menurutnya, program bantuan seperti ini adalah bentuk nyata sinergi Bhayangkari dengan tugas sosial Polres.
Baca Juga: Ranking FIFA Indonesia Naik! Kini Posisi 118 Dunia, Tujuh Tingkat di Atas Malaysia
“Sebagai seorang ibu, saya sangat merasakan kebahagiaan Elin. Senyumnya, kegirangannya, bahkan tangis haru orang tuanya menjadi vitamin bagi kami. Ini pengingat bagi kami untuk terus menjadi kepanjangan tangan rezeki bagi Elin-Elin lainnya,” ujar Heny.
Ia memastikan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mendukung program sosial Kapolres Lombok Utara, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Kami 100 persen didukung penuh oleh Bapak Pembina. Dukungan itu menjadi motor penggerak Bhayangkari untuk tampil sebagai agen perubahan Polri yang presisi dan mitra program pemerintah yang pro rakyat,” ujarnya.
Bagi Didik Sadikin, orang tua Elin, bantuan kursi roda ini ibarat napas baru dalam perjuangan membesarkan anak difabel.
“Saya tidak pernah membayangkan Kapolres bisa datang ke rumah kami. Semoga kursi roda ini membuat Elin semakin semangat sekolah. Terima kasih atas kepedulian bapak kapolres,” tuturnya.
Aksi kemanusiaan Kapolres Lombok Utara ini bukan kali pertama. Sebelumnya, ia dan jajaran Bhayangkari menyalurkan bantuan sosial ke Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, dan Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.
Semuanya membuktikan bahwa di balik seragam penegak hukum, ada hati yang tetap dituntut peka dan peduli.
Kini, kursi roda Elin telah berputar di lorong kecil rumahnya. Bersamanya, harapan pun ikut menggulir.
Langkah kecil Elin, meski terbatas, tetap punya arah: menuju masa depan yang lebih cerah, ditemani kasih sayang dan kepedulian dari mereka yang hadir bukan hanya karena tugas — tapi karena cinta pada kemanusiaan. (*)
Editor : Marthadi