HABIBUL ADNAN, Lombok Utara
Ada yang berbeda dari kegiatan jemput bola pengurusan Adminduk oleh Dinas Dukcapil KLU di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang kemarin (31/7). Yaitu dengan kehadiran Bawaslu bersama mereka.
Tim dari Bawaslu dipimpin Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Suliadi. Dia mengatakan pihaknya ikut turun untuk melakukan pengawasan secara langsung.
”Kita berkepentingan terhadap layanan adminduk ini,” katanya.
Pengawasan difokuskan pada proses perekaman KTP Elektronik (e-KTP) dan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Suliadi mengatakan, proses ini dinilai memiliki potensi strategis dalam konteks pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB).
Karena itu perlu diawasi agar pelaksanannya berjalan sesuai ketentuan. Misalnya ada potensi penyalahgunaan data kependudukan dalam tahapan pemilu dan pemilihan.
”Ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyalahgunaan itu,” imbuhnya.
Suliadi menerangkan Bawaslu berkepentingan untuk memastikan tidak ada mobilisasi atau manipulasi data pemilih.
Semua proses harus berjalan secara transparan, adil, dan bebas dari kepentingan politik praktis.
Dia menambahkan data kependudukan menjadi dasar utama dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sehingga pelayanan adminduk ini memegang peran strategis dan krusial.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, tercatat delapan orang pemilih pemula yang melakukan perekaman e-KTP kemarin.
Sebagian besar masyarakat lainnya memanfaatkan layanan untuk perbaikan dan pelaporan data kependudukan.
Suliadi menegaskan, Bawaslu Lombok Utara berkomitmen untuk terus mengawal seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu dan pilkada, termasuk proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Ini demi terselenggaranya pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis.
Kepala Dinas Dukcapil KLU H Rubain mengatakan dalam layanan adminduk dengan jemput bola ini, pihaknya secara rutin mendatangi desa-desa, seminggu pihaknya turun dua kali, yaitu setiap Selasa dan Kamis.
Turun jemput bola itu diakuinya tidak hanya melayani perekaman. Akan tetapi juga melayani seluruh dokumen adminduk.
”Sehingga masyarakat tidak perlu datang ke dukcapil,” ujarnya.
Di samping dengan sistem jemput bola itu, Dinas Dukcapil juga telah menyediakan loket layanan di beberapa tempat.
Dia antaranya di Puskesmas Bayan dan Kantor Camat Kayangan. ”Kemudian di beberapa desa. Misalnya di Kecamatan Pemenang ada di Desa Malaka,” katanya.
Kemudian ada juga loket pelayanan di Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan. Keberadaan loket layanan ini sangat memudahkan masyarakat.
”Pengurusan dokumen kependudukan memang gratis, tapi masyarakat masih butuh operasional untuk datang, makanya kita jemput bola,” tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam