Pesisir Pandanan memiliki kekayaan hasil laut yang melimpah dan beragam.
Namun, sebagian besar produk yang dihasilkan masih berupa ikan segar, tanpa pengolahan lebih lanjut.
-----------
Lapak pedagang di sepanjang pesisir Pandanan berjejer memanjang.
Rata-rata lapak tersebut menyediakan menu ikan, dengan berbagai penyajian serta aneka ragam jenis ikan.
Ikan tersebut merupakan hasil tangkapan di sekitar pantai yang ada di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang itu.
Akan tetapi, di lapak-lapak di kawasan wisata ini dinilai belum memiliki produk olahan khas yang dapat diangkat sebagai ikon lokal.
Hal ini disampaikan Tri Ardyati, salah satu tim dosen dari Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Brawijaya (UB).
Mahasiswa dari UB telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tempat ini, beberapa waktu lalu.
Pada kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, mereka melaksanakan pelatihan pengolahan produk komoditas laut ikan tongkol melalui teknologi pengasapan.
Tri Ardyati mengaku pelatihan menyasar kelompok masyarakat pesisir yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pandanan.
Mereka merupakan kelompok masyarakat yang aktif dalam upaya konservasi sumber daya kelautan dan perikanan, serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Tri Ardyati menjelaskan pengawetan ikan merupakan langkah strategis untuk menjaga mutu hasil tangkapan.
Kemudian juga memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai jual produk perikanan.
Salah satu metode yang dinilai efektif dan ramah lingkungan adalah teknologi pengasapan.
Dengan teknologi ini, selain mengawetkan juga memberikan cita rasa khas yang digemari konsumen.
Tri Ardyati berharap melalui pelatihan tersebut daapt meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan secara higienis, ekonomis, dan berkelanjutan.
Sehingga ke depan, masyarakat dapat membuka peluang usaha baru berbasis hasil laut lokal.
Dia menambahkan, pihaknya tidak hanya memberikan edukasi teori dan praktik mengenai teknik pengasapan ikan tongkol.
Tetapi juga menghibahkan tungku asap sebagai fasilitas pendukung bagi masyarakat bisa langsung praktik.
”Peserta diajak memahami proses pengasapan mulai dari tahap pemilihan ikan segar, pembersihan, pemotongan, marinasi, penirisan, pengasapan, pendinginan, hingga pengemasan akhir,” jelas Tri Ardyati.
Pelatihan diikuti 35 peserta. Sebagian besar ibu-ibu pemilik lapak di kawasan wisata Pantai Pandanan.
Ketua Pokmaswas Pandanan H. Muhammad Syukur mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Karena itu, dia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelatihan yang diberikan tim Departemen Biologi Universitas Brawijaya.
”Harapannya, akan muncul produk unggulan baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan para pedagang di sekitar Pantai Pandanan,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida