LombokPost - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Lombok Utara disebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terutama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Hal ini diakui Bupati KLU Najmul Akhyar. Kata dia, CFD terbukti memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.
Misalnya adanya pedagang yang mampu meraup keuntungan hingga Rp 2 juta dalam sehari.
”Itu keuntungannya saja, mampu dapat segitu hanya dalam waktu sekitar tiga jam,” ujarnya.
Dari sini membuktikan, bahwa manfaat secara ekonomi sangat bagus.
”Masyarakat kita senang karena punya ruang untuk mempromosikan produk-produk mereka. Ini peningkatan ekonomi yang luar biasa,” kata Najmul.
Meski demikian, dia tidak menampik adanya hal-hal yang perlu dievaluasi. Seperti persoalan jalur alternatif yang masih dikeluhkan warga.
Sejauh ini jalan alternatif sebagai tempat pengalihan arus lalu lintas diakuinya belum memadai.
”Semua aspek terus kita evaluasi, termasuk juga jalur alternatif ini menjadi bagian dari proses evaluasi CFD,” tambah Najmul.
Seorang warga KLU Abdi Haris berharap kepada pemerintah daerah memperhatikan maslah jalur alternatif.
Dia berharap agar jalannya lebih lebar. ”Jalur pengalihan masih sangat sempit, tidak sampai satu meter,” katanya.
Almira Tunggadewi, salah satu pedagang di lokasi CFD mengaku mendapatkan keuntungan besar berjualan di CFD.
Karena itu, dia berharap bisa terus dilaksanakan. ”Guna meningkatkan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM,” tutupnya.
Editor : Jelo Sangaji