Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gowes Kamtibmas di Bayan, Kapolres Lombok Utara Disambut Hangat hingga Bhayangkari Tebar Literasi

Marthadi • Minggu, 21 September 2025 | 22:17 WIB

Masyarakat Bayan menyambut kapolres Lombok Utara yang melakukan kegiatan Gowes Kamtibmas.
Masyarakat Bayan menyambut kapolres Lombok Utara yang melakukan kegiatan Gowes Kamtibmas.
LombokPost - Polisi tak hanya hadir dengan seragam dan operasi. Sabtu (20/9), Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta turun langsung menyapa warga Desa Bayan lewat program Gowes Kamtibmas.

Desa adat di kaki Rinjani itu menyambut hangat kehadiran polisi dengan semangat budaya dan kekeluargaan.

“Gowes Kamtibmas bukan sekadar olahraga, tapi wadah dialog. Warga bebas menyampaikan aspirasi, dan kami hadir untuk mendengar sekaligus menindaklanjuti,” tegas Kapolres AKBP Agus Purwanta.

Dalam setiap sesi, para kasatker juga ikut memberi penjelasan isu kamtibmas. Jika masih ada pertanyaan, warga diarahkan pada Bhabinkamtibmas sebagai representasi Polri di desa.

Agus menilai sambutan masyarakat, mulai tokoh adat, perempuan hingga lansia, menjadi energi besar untuk jajarannya.

“Bahkan sopir di jalan banyak menyapa meski saya tidak berpakaian dinas. Itu tanda Polres Lotara sudah tanpa sekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menyapa, Polres Lotara juga hadir dalam ruang sosial dan budaya.

“Kapolsek selalu hadir di acara adat. Bulan Maulid ini, sehari bisa 10 undangan yang kami penuhi. Itu bukti kepercayaan besar masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta menyisipkan pesan literasi dengan menyerahkan bukunya berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia--Inovasi dan Paradigma Kontemporer kepada Kepala Desa Bayan.

“Saya ingin memberi sugesti positif bahwa pimpinan desa pun perlu membaca agar bisa jadi teladan literasi bagi warganya,” kata Heny.

Bhayangkari juga meninjau sentra tenun Bayan. Ia kagum melihat perempuan lintas generasi tetap produktif, bahkan ada nenek berusia 90 tahun masih menenun.

“Tenun Bayan harus tetap diminati hingga 100 bahkan 1000 tahun mendatang,” ujarnya.

Selain literasi, Bhayangkari turut menggerakkan program pencegahan pernikahan dini, penurunan stunting, hingga pemberdayaan UMKM perempuan.

“Kami mendukung Polri dengan pendekatan keibuan. Literasi yang mumpuni akan melahirkan harmoni budaya dan modernisasi,” tambah Heny.

Kegiatan Gowes Kamtibmas di Bayan juga diwarnai dengan penyerahan 50 paket bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, hingga obat-obatan bagi warga rentan.

Hingga kini, program ini telah menyambangi 20 dari total 43 desa di Lombok Utara.

Polres Lotara berharap Gowes Kamtibmas mampu mempererat kedekatan polisi dengan masyarakat, merawat kearifan lokal, dan memperkuat fondasi keamanan serta ketertiban. (*)

Editor : Marthadi
#literasi #Polres Lombok Utara #bhayangkari #bayan #gowes kamtibmas