Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akses Vital Warga di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Rusak Parah

Habibul Adnan • Selasa, 23 September 2025 | 06:30 WIB
MINTA PERBAIKAN: Kondisi jalan rusak di Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan yang dikeluhkan warga
MINTA PERBAIKAN: Kondisi jalan rusak di Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan yang dikeluhkan warga

LombokPost - Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Akar-Akar hingga Pawang Timpas di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara dikeluhkan warga.

Pasalnya, kondisi jalan tersebut rusak parah dan belum pernah tersentuh perbaikan.

Kondisi jalan paling parah terdapat di Dusun Temuan Sari, Desa Gunjan Asri. Warga di dusun ini setiap hari melintasi jalan rusak sepanjang lima kilometer.

”Kami berharap agar jalan ini diaspal,” kata Masdianto, salah satu warga Dusun Temuan Sari, Desa Gunjan Sari.

Dia mengaku jalan ini merupakan akses utama pertanian sekaligus akses pendidikan. Sehingga banyak siswa yang kesulitan ke sekolahnya.

”Anak-anak setiap hari lewat sini, kondisinya sangat berbahaya,” katanya.

Kerusakan jalan juga dikeluhkan para ibu rumah tangga. Seperti yang dikatakan Dwiyanti. Dia menerangkan, kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki membahayakan keselamatan, terutama bagi ibu hamil.


”Baru kemarin ada ibu-ibu jatuh sampai patah tangan karena terpeleset di jalan ini. Kalau ada warga yang mau melahirkan, bisa-bisa melahirkan di jalan karena kondisinya rusak sekali. Kami mohon sekali pemda segera memperbaikinya,” tuturnya.


Masyarakat menegaskan jalan Akar-Akar menuju Pawang Timpas sangat vital sebagai penunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pertanian di Bayan.


Kepala Dusun Temuan Sari, Sudirman menyebutkan jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan.


”Jalan ini selalu jadi prioritas saat musrenbang, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Kalau musim hujan, jalan seperti sungai karena air meluap dan berlumpur,” ungkapnya.


Menurut Sudirman, status jalan perlu segera diperjelas. Jika memang merupakan jalan kabupaten, maka pemerintah daerah seharusnya bertanggung jawab melakukan perbaikan.


”Kalau pemda tidak anggap ini jalan kabupaten, kami siap gotong royong. Bahkan warga sudah sepakat menyumbang Rp 200 ribu per kepala keluarga agar jalan ini bisa dijadikan jalan desa. Tapi harapan kami sebenarnya, pemda mau memperhatikan,” tegasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Kecamatan Bayan #jalan kabupaten di Kecamatan Bayan #jalan rusak #Pemda KLU