Salah satunya diwujudkan melalui lomba memasak makanan bergizi yang digagas Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta, bekerja sama dengan PAUD Chili Community House.
Kegiatan berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Selasa (7/10).
Mengusung tema “Masakan Sederhana, Murah, Bergizi, Cegah Stunting, Cerdaskan Anak Bangsa”, lomba ini diikuti 34 wali murid dalam 17 kelompok.
Para peserta menampilkan kreasi menu sehat tanpa MSG, dengan pendampingan tenaga medis dari Dokkes Polres Lombok Utara.
Heny Agus Purwanta menyampaikan, kegiatan tersebut lahir dari kepedulian bersama terhadap pola makan anak dan pentingnya gizi seimbang dalam keluarga.
“Ini sebenarnya gayung bersambut. Saya menginisiasi, dan teman-teman di Chili mendukung penuh. Para ibu di Chili sangat peduli dengan apa yang disantap anak-anaknya, dan itu membanggakan,” ujarnya.
Menurutnya, lomba memasak bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga sarana evaluasi terhadap pemahaman orang tua tentang makanan sehat.
“Kami ingin menguji langsung, bukan hanya memberi informasi satu arah. Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Pencegahan jauh lebih penting dan murah dibanding pengobatan,” tegasnya.
Selain lomba, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program Polisi Sahabat Anak yang melibatkan 110 anak PAUD Chili House.
Anak-anak diajak mengenal tugas-tugas kepolisian di lingkungan Mapolres sebagai bagian dari edukasi karakter dan disiplin sejak dini.
“Anak-anak perlu tahu bahwa keamanan dan ketertiban adalah hasil kerja sama semua pihak. Gizi yang baik juga membentuk calon pemimpin masa depan,” tambah Ny. Heny.
Ia menilai, kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting masih perlu ditingkatkan.
Banyak yang menganggap stunting tidak berbahaya. Padahal dampaknya besar bagi masa depan anak.
"Stunting adalah penghambat generasi emas, musuh kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Pendiri Chili Community House Noor Ain Hussin menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari kesamaan visi untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
“Kami sering berdiskusi membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga," katanya.
Dari situ muncul ide lomba memasak bergizi. Lomba yang edukatif, menyenangkan, dan mudah diterima.
Chili Community House menerapkan pendekatan learning by doing dengan mengajak anak-anak menanam dan mengolah sayuran sendiri.
“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tapi menanamkan kebiasaan. Anak-anak belajar bahwa makanan sehat tidak harus mahal, cukup dari bahan lokal sederhana,” jelas Noor Ain.
Menurutnya, keberhasilan edukasi gizi ditentukan oleh peran aktif orang tua.
“Kebiasaan makan terbentuk di rumah. Ketika orang tua terlibat dalam kegiatan seperti ini, mereka menjadi teladan nyata bagi anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi Bhayangkari dan Polres menjadi contoh nyata gotong royong membangun generasi sehat dan cerdas.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga sosial dan pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, pesan edukasi bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Dia menegaskan mendukung penuh upaya Ketua Bhayangkari dalam pencegahan stunting di Lombok Utara.
"Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, Bhayangkari memiliki peran strategis sebagai mitra sosial Polri dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Dia menambahkan, olaborasi lintas sektor harus terus dipupuk karena tujuannya sama. Mewujudkan harkamtibmas yang membawa kesejahteraan.
Kegiatan kolaboratif Bhayangkari Lombok Utara dan Chili Community House ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana di dapur keluarga.
Melalui edukasi, kreativitas, dan gotong royong, para ibu diajak menjadi garda terdepan dalam membangun generasi Lombok Utara yang sehat dan cerdas.
Gerakan dari dapur ini bukan sekadar lomba, tetapi refleksi nyata dari nilai-nilai Bhayangkari dan semangat kepolisian yang humanis, mengayomi masyarakat bukan hanya dalam keamanan, tetapi juga dalam kesejahteraan sosial.
Editor : Jelo Sangaji