Dalam hasil sementara, Komisi III menyoroti dua hal, pelayanan dan diagnosa medis di RSUD KLU.
Anggota Komisi III Darmaji Hasmar mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit mengklaim telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Namun, pihaknya menilai masih ada persoalan dalam etika pelayanan terhadap pasien.
Dia mengatakan, dari pihak RSUD menyebut sudah sesuai SOP.
”Tapi ada dua hal yang kami soroti. Pertama soal pelayanan. Kejadian pasien disuruh pulang ini bukan pertama kali. Seharusnya ditawarkan dulu kepada pasien, apakah mau pulang atau bagaimana,” ujar Darmaji.
Menurut Darmaji, berdasarkan penelusuran Komisi III, rumah sakit beralasan bahwa pasien dipulangkan agar tidak terjadi penumpukan di ruang perawatan.
Namun, menurutnya alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.
”Pihak rumah sakit hanya menyarankan pasien untuk balik lagi kalau merasa sakit. Tapi menurut kami, seharusnya tidak begitu,” tegasnya.
Selain itu, Komisi III juga menyoroti dugaan kesalahan diagnosa yang diberikan kepada pasien.
Pasalnya, berdasarkan penelusuran pihaknya bersama masyarakat, obat yang diberikan justru termasuk obat yang berisiko bagi ibu hamil. ”Ada dugaan salah diagnosa," katanya.
Komisi III berencana memanggil pihak RSUD KLU untuk memberikan klarifikasi secara resmi sekaligus menjelaskan duduk persoalan kasus ini kepada masyarakat.
”Kami akan panggil pihak rumah sakit untuk menjelaskan hal sebenarnya, agar masyarakat tidak salah paham,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur RSUD Lombok Utara drg. Nova Budiharjo menyampaikan, terhadap kasus ini, tindakan medis yang dilakukan telah sesuai SOP.
Misalnya dengan melakukan observasi, penanganan, serta pemberian obat kepada pasien.
Nova kemudian memaparkan kronologi penanganan terhadap pasien Winda Astuti.
Dia menjelaskan, Winda datang ke RSUD Lombok Utara dalam kondisi hamil enam bulan dengan keluhan nyeri pada perut.
Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosis adanya infeksi saluran kemih. ”Sementara kondisi janin dinyatakan sehat,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, pasien diberikan obat untuk mengatasi infeksi dan nyeri. Kemudian, kondisi pasien stabil, dan disarankan rawat jalan.
Tetapi tak lama setelah pulang, pasien kembali ke rumah sakit dalam keadaan bayi telah lahir.
Editor : Jelo Sangaji