Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penemuan Varietas Kakao Lokal yang Kini Dikembangkan Petani di Lombok Utara. Mulai Menarik Perhatian Peneliti dan Eksportir Mancanegara

Habibul Adnan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 06:19 WIB

TERUS DIKEMBANGKAN: Jabat saat berada di Leres Murmas. Di sini terdapat berbagai varietas, di antaranya varietas lokal
TERUS DIKEMBANGKAN: Jabat saat berada di Leres Murmas. Di sini terdapat berbagai varietas, di antaranya varietas lokal
LombokPost - Di lereng Gunung Murmas, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga dipenuhi berbagai jenis tanaman Kakao.

Di antaranya ada varietas lokal yang ditemukan petani setempat.

Di lereng Murmas, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, tumbuh harapan baru bagi dunia perkakaoan lokal.

Dari tangan seorang petani setempat, lahirlah varietas kakao khas Lombok Utara yang kini mulai menarik perhatian peneliti dan eksportir mancanegara.

Ialah Jabat penemu Kakao varietas baru itu. Nama varietas tersebut menggunakan bahasa khas Lombok Utara.

Ada Ijo Kajuman, Beneng Jomot, serta Mama Murmas sebagai pejantan.

"Ijo Kajuman ini cepat besar dan cepat berbuah, biji besar juga. Saya menemukan sendiri di kebun," kata Jabat.

Penemuan varietas baru ini berawal di tempat penjemuran.

Ketika itu, Jabat melihat ada biji yang yang beebeda dengan lainnya. "Terlihat menonjol, beda jauh dari yang lain,” ceritanya.

Rasa penasaran membuatnya menelusuri sumber buah itu ke kebun keluarganya yang luasnya sekitar tujuh hektare.

Setiap kali panen, ia membelah buah dari setiap pohon, hingga akhirnya menemukan satu pohon dengan karakter unik. Dari sanalah varietas Ijo Kajuman bermula.

Sementara varietas Beneng Jomot memiliki ciri buah besar berwarna merah keunguan.

Dalam bahasa lokal, beneng berarti merah, sedangkan jomot bermakna tonjolan atau ekor di bagian bawah buah.

“Itu juga saya temukan di kebun sendiri,” tambahnya.

Adapun Mama Murmas, yang diambil dari nama lereng tempat ia bertani, memiliki karakter bunga yang kuat.

Meski tidak terlalu lebat, varietas ini digunakan sebagai pejantan untuk menyambung Ijo Kajuman dan Beneng Jomot agar hasil panen lebih banyak, buah tidak mudah rontok, dan kualitasnya meningkat.

“Bunganya Mama Murmas ini diambil untuk mengawinkan supaya lebih lebat dan hasil bagus,” jelasnya.

Perjalanan menemukan varietas ini tidak mudah, menemui berbagai rintangan. Tak sedikit yang mencibir.

Tapi dia dan beberapa petani lainnya tidak peduli dengan hal tersebut.

Perjalanan pengembangan kakao sebenarnya sudah dimulai sejak 1988.

Saat itu, Jabat ikut menanam kakao dalam proyek bantuan presiden (banpres) era Presiden Soeharto.

Bibitnya datang dari Sumatera, tapi banyak petani belum tertarik karena harga dan prospeknya belum jelas.

Kini, setelah puluhan tahun bertahan, jerih payah itu mulai berbuah hasil. Permintaan datang tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Seperti dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Filipina.

“Banyak peneliti luar sudah membandingkan dengan jenis lain. Mereka sering telepon, ingin tahu lebih banyak,” ujarnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#varietas baru #varietas baru kakao #Kakao Lombok Utara #petani kakao #Pemda KLU