Sekolah ini menjadi satu-satunya dan pertama di NTB yang dibangun secara permanen melalui program nasional pemerintah pusat.
Untuk diketahui, di NTB terdapat beberapa lokasi rintisan Sekolah Rakyat.
Akan tetapi Sekolah Rakyat di Lombok Utara ini menjadi yang pertama dibangun secara permanen.
Yaitu akan berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Faturrahman mengatakan, proses tender sedang berjalan.
Targetnya, pada Bulan Desember tahun 2025 ini sudah peletakan batu pertama dan mulai pekerjaan fisik.
Faturrahman menjelaskan, proyek ini bersifat multi years dengan total anggaran sekitar Rp 250 miliar.
Seluruh pembiayaannya bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Tim Satker dari provinsi sudah audiensi dengan Bupati dan dipastikan pembangunan dimulai tahun ini,” katanya.
Sekolah Rakyat ini nantinya akan memiliki fasilitas pendidikan lengkap. Mulai dari gedung sekolah, asrama, kantin, sarana ibadah, hingga lapangan olahraga.
Targetnya, pada tahun ajaran baru di Bulan Juli 2026 mendatang, sekolah tersebut sudah dapat menerima peserta didik baru.
Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Utara Agus Jasmani mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang berhasil menjemput program nasional besutan Presiden Prabowo Subianto itu.
Menurutnya, ini merupakan hasil komitmen dan kerja nyata Pemda KLU dalam memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Politisi PKB tersebut berharap agar Pemda melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh.
Baik sebelum maupun setelah sekolah berdiri. Ia juga menekankan agar sekolah ini menjangkau anak-anak kurang mampu agar dapat memperoleh pendidikan gratis dan layak.
“Kami berharap Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Tempat tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan dan wadah generasi Lombok Utara yang unggul dan berkarakter,” tutupnya.
Editor : Kimda Farida