Kegiatan ini digelar di kediaman Prabowo Subianto di Hambalang pada Sabtu (8//11).
Hakamah mengaku, dalam Takilmat Nasioal ini, Presiden mengundang para kepala daerah dan para pimpinan DPRD dari Partai Gerindra.
"Presiden menyampaikan sejumlah arahan penting kepada kami agar bekerja maksimal," jelasnya.
Presiden menginginkan kepada seluruh kepala daerah dan pimpinan dewan untuk memastikan serapan anggaran tidak mengendap di bank.
Akan tetapi keuangan tersebut harus segera direalisasikan dengan cepat.
"Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun. Jadi kami diminta mengawal anggaran tahun 2025,” ujar Hakamah.
Para kader Partai Gerindra yang duduk di pemerintahan juga ditekankan tentang pentingnya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo ingin memastikan programnya tersebut dapat dirasakan langsung oleh ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta anak-anak sekolah di pelosok daerah tertinggal, terdalam, dan terpencil.
Presiden juga mengumumkan, bahwa Koperasi Merah Putih sebanyak 8.000 unit akan mulai beroperasi paling lambat Juni 2026.
Program ini akan didukung pembiayaannya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Bank Himbara sebagai bank penyalur.
“Para pengurus Koperasi Merah Putih diimbau menyiapkan administrasi, kantor, toko, serta aktif bersosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat koperasi, dan mengajak masyarakat menjadi anggota,” jelas Hakamah.
Presiden kemudian meminta agar program Sekolah Rakyat segera berjalan maksimal sesuai ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos).
Pemerintah pusat juga akan membangun Sekolah Terintegrasi di setiap kabupaten dan kecamatan dengan luas lahan minimal 30 hektare.
Sekolah ini nantinya dilengkapi dengan bus antar-jemput siswa, fasilitas peternakan, kolam ikan, dan perkebunan sawit.
Hasil dari beberapa fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk produksi bio-solar dan kebutuhan sekolah.
Hakamah menerangkan, Presiden Prabowo yang sekaligus Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif.
Kedua unsur pemerintahan ini harus kompak, bergerak, sehingga manfaat dari hasil kerjanya benar-benar dirasakan masyarakat.
Presiden juga menyoroti berbagai isu strategis. Seperti menekan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, komitmen menutup tambang-tambang ilegal, serta mengambil kembali 5 juta hektare kebun sawit di kawasan hutan milik perusahaan tanpa izin.
Di hadapan para kader, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menurunkan harga pupuk dan memastikan harga minyak goreng tetap terjangkau.
Kemudian akan mewujudkan swasembada beras nasional dengan capaian produksi 4,2 juta ton.
“Rakyat Indonesia tidak boleh kelaparan, anak-anak harus bersekolah, warga harus sehat dan mendapatkan pengobatan gratis. Indonesia harus mandiri dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Hakamah, menirukan ucapan Presiden.
Editor : Redaksi Lombok Post