LombokPost — Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan, Sabtu (22/11). Kepala Kepolisian Resor Lombok Utara AKBP Agus Purwanta memilih mengayuh sepeda sejauh belasan kilometer menuju desa terpencil itu. Bukan sekadar olahraga, melainkan untuk merasakan langsung keluhan warga soal jalan rusak yang selama ini tak tersampaikan.
Rombongan Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta disambut meriah warga dan pelajar yang sejak pagi memadati tepi jalan. Kehadiran mereka menjadi rangkaian ke-26 dari program Gowes Kamtibmas, agenda yang mengutamakan pendekatan humanis antara Polri dan masyarakat desa.
Dalam perjalanan, AKBP Agus menyoroti kondisi jalan menuju Gunjan Asri yang rusak berat dan telah lama menghambat aktivitas warga. Mulai dari mobilitas ekonomi, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan kamtibmas.
“Kerusakan ini harus segera ditangani. Kami akan sampaikan langsung kepada Bupati Lombok Utara agar mendapat perhatian dan tindak lanjut,” tegasnya.
Duduk Bersila Bersama Warga
Kepala Desa Gunjan Asri Junaikin menyebut kunjungan ini bersejarah karena baru kali pertama seorang kapolres datang langsung bertemu warga hingga masuk ke rumah-rumah kecil di dusun.
“Yang membuat kami terharu, beliau duduk bersila bersama kami tanpa sekat, tanpa jarak. Bahkan datang dengan sepeda, artinya jalan rusak yang kami keluhkan benar-benar beliau rasakan sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi bantuan air bersih yang sebelumnya disalurkan Polres saat desanya dilanda kekeringan.
Menurut Junaikin, dua persoalan utama Gunjan Asri adalah infrastruktur jalan rusak dan krisis air bersih akibat pipa yang sering hanyut ketika debit air meningkat pada musim hujan.
Stunting Masih Tinggi, Bhayangkari Siap Turun
Desa Gunjan Asri juga masih menghadapi angka stunting yang cukup tinggi, meski turun dari peringkat empat ke peringkat enam di Lombok Utara.
Kasus ini erat terkait tingginya jumlah ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yang sebagian besar dipicu kehamilan usia sangat muda.
Ketua Bhayangkari Ny. Heny Agus Purwanta menegaskan persoalan ini tidak boleh dianggap remeh.
“Selama pernikahan dini masih terjadi, kasus KEK dan stunting akan terus berulang. Penurunan data saat ini belum signifikan,” katanya.
Bhayangkari, lanjutnya, siap hadir di ruang-ruang edukasi seperti PKK, Posyandu, dan karang taruna untuk memperkuat kegiatan kreatif bagi remaja sekaligus menekan angka pernikahan dini.
Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres menyerahkan puluhan paket sembako kepada warga rentan. Polres juga membuka layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan dasar, konsultasi medis, hingga pembagian obat-obatan yang dimanfaatkan ratusan warga.
Bagi warga, kunjungan Kapolres ini bukan acara seremonial, melainkan kehadiran nyata aparat yang ingin mendengar langsung masalah mereka.
Program Gowes Kamtibmas sendiri masih menyisakan 17 desa lagi sebagai target kunjungan. AKBP Agus menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh desa mendapat ruang dialog dan pendampingan.
“Polisi harus hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pendampingan,” kata Alumni Akpol 2003 ini.
Melalui pendekatan humanis, Polres Lombok Utara berharap sinergi keamanan berbasis masyarakat makin kuat, sekaligus mendorong percepatan solusi bagi masalah dasar desa-desa terpencil. (*)
Editor : Marthadi