Kegiatan ini berlangsung di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Minggu (30/11).
Pada kesempatan itu, hadir para kepala dusun, guru madrasah, Ketua Museum Genggelang, pemuda, para ketua yayasan. Ada juga perwakilan Muslimat NW, Ketua Cabang NW Kecamatan Gangga, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Lale Syifaunnufus menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Lombok, secara umum.
Sesuai bidang kerjanya, Komisi VIII bermitra dengan Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Baznas, BPBD, dan sejumlah lembaga lainnya.
Anggota dewan dari Fraksi Gerindra itu menyampaikan, bahwa berbagai bentuk dukungan sudah diberikan kepada masyarakat.
Mulai dari penyaluran bantuan kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, hingga paket nutrisi.
“Saat ini kami juga terus memperjuangkan kuota PPPK bagi guru-guru sekolah swasta, khususnya madrasah, yang selama ini belum pernah mendapatkan alokasi formasi,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah menambahkan, bahwa sosialisasi tersebut menekankan pemahaman mengenai Empat Pilar Kebangsaan.
Yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat karakter kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
"Sehingga tercipta Indonesia yang lebih maju, beradab, sejahtera, dan berdaulat,” ungkap Hakamah.
Ia menegaskan bahwa penguatan nasionalisme, patriotisme, serta kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting.
Terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Editor : Kimda Farida