Soal kemiskinan misalnya yang turun cukup signifikan. Demikian juga dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM masih dalam fokus pemerintahannya.
"Yang bergerak bersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.
Najmul menerangkan, IPM tetap menjadi kompas utama pembangunan. Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dilakukan.
Yaitu pendekatan pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. "Tiga sektor kunci yang dikerjakan secara simultan," tambahnya.
Untuk penurunan kemiskinan menunjukkan tren menggembirakan. Kinerja ini bahkan berbuah apresiasi dari pemerintah pusat sebagai daerah dengan laju penurunan kemiskinan tertinggi.
Angka kemiskinan di KLU yang semula berada di angka 23,96 persen, kini turun menjadi 20,72 persen.
Penurunan hingga 3,22 persen itu dinilai menjadi capaian paling progresif.
Najmul mengatakan, penurunan ini menjadi sinyal positif atas efektivitas berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah.
Capaian itu tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah, akan tetapi berkat kerja semua elemen masyarakat KLU.
"Hasil kerja kita bersama. Ada eksekutif-legislatif serta seluruh elemen, termasuk juga masyarakat Lombok Utara," katanya.
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah, mengingatkan pentingnya langkah lanjutan agar capaian tersebut tidak bersifat sementara.
Ia menekankan perlunya evaluasi dan monitoring menyeluruh terhadap program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan.
“Evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan setiap program benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Hakamah menilai peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menekan angka kemiskinan.
Menurutnya, keberhasilan penurunan kemiskinan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan masyarakat membuahkan hasil.
Namun untuk mencapai hasil yang lebih besar, Pemda perlu menggenjot sejumlah sektor kunci.
Mulai dari peningkatan kualitas dan akses pendidikan, pengembangan potensi ekonomi lokal, peningkatan akses layanan kesehatan serta penguatan program pemberdayaan masyarakat.
Editor : Siti Aeny Maryam