Pada Kamis (8/1) lalu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, meninjau langsung pelaksanaan MBG di sekolah tersebut.
Gubernur mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada siswa benar-benar aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi.
Gubernur berdialog langsung dengan para siswa penerima manfaat.
Dari hasil dialog, para siswa menyampaikan bahwa menu MBG yang dibagikan dinilai cukup baik.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas program.
“Alhamdulillah menu MBG yang dibagikan sudah semakin baik dan akan kita minta untuk terus ditingkatkan menjadi lebih,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.
Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa. Tetapi juga memastikan keamanan pangan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pemerintah Provinsi NTB akan terus melakukan pengawasan agar distribusi MBG berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Gubernur juga memperhatikan kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Ia menyoroti adanya beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Untuk mencegah potensi bahaya, ia memastikan perbaikan sementara akan segera dilakukan sembari menunggu revitalisasi secara menyeluruh.
“Kita akan perbaiki ini, namun sifatnya sementara dulu sebelum dilakukan revitalisasi secara menyeluruh. Begitu juga meja dan kursinya akan kita ganti,” tegasnya.
Sememtara itu, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Utara yang telah beroperasi terus bertambah.
Koordinator SPPG Wilayah Lombok Utara Adi Pratama mengaku, saat ini tercatat sudah ada 18 unit dapur program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah melayani penerima manfaat.
Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah. Pasalnya, saat ini tercatat ada enam SPPG lainnya dijadwalkan segera menyusul beroperasi.
"Sementara 10 SPPG masih dalam proses pembangunan," kata
Adi Pratama mengatakan, keberadaan SPPG memberikan dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.
Rata-rata dalam satu SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja, mulai dari tenaga dapur hingga distribusi.
Editor : Jelo Sangaji