Yaitu dengan menghadirkan inovasi pembangunan rocket stove. Seperti apa?
Proses pembangunannya tidak lama. Sehari selesai.
Bahan yang digunakan mudah didapat. Yaitu bata ringan (hebel) sebagai material utama, perekat hebel, tulangan besi serta sedikit semen untuk memperkuat pondasi agar lebih stabil.
Biayanya juga relatif murah, hanya Rp1.746.000. Dengan anggaran itu sudah jadi dan bisa dioperasikan.
Bangunan tersebut adalah Rocket Stove, sebuah inovasi yang digunakan sebagai alat pembakaran sampah dengan teknologi vertical draft.
Inovasi ini datang daria mahasiswa KKN PMD Unram di Desa Tanjung.
Alat ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah dan penggunaan alat pembakaran yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Ketua KKN PMD Unram di Desa Tanjung, Zulfahmi mengatakan, keberadaan Rocket Stove sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Zero Waste.
Dengan alat ini, memungkinkan proses pembakaran lebih cepat, lebih bersih, dan minim asap.
Dia menjelaskan, inovasi ini dihadirkan sebagai solusi terhadap praktik pengelolaan sampah yang membahayakan lingkungan.
Di mana selama ini masyarakat menumpuk sampah di pekarangan rumah, kemudian membuangnya ke sungai maupun ke lahan kosong.
Ada juga aktivitas pembakaran sampah di tempat terbuka. Zulfhami menerangkan, praktik seperti ini sangat berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.
"Dari sini kami berinisiatif menghadirkan inovasi Rocket Stove," katanya.
Dia menjelaskan, Rocket Stove dipilih karena konsepnya yang sederhana dan mudah direplikasi oleh masyarakat.
“Dengan bahan yang mudah didapat dan biaya yang relatif terjangkau, Rocket Stove bisa menjadi solusi praktis untuk mengurangi pembakaran sampah terbuka,” ujarnya.
Di Kabupaten Lombok Utara saat ini terjadi peningkatan volume sampah rumah tangga.
Berdasarkan data yang ada, sampah yang dihasilkan sekitar 108,79 ton per hari.
Kondisi ini diperparah dengan tidak aktifnya sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, seperti bank sampah dan TPS 3R.
Sebelum pembangunan, mahasiswa KKN telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Di situ disampaikan tentang pentingnya pemilahan sampah, jenis sampah yang boleh dimasukkan ke dalam Rocket Stove, hingga tata cara penggunaannya.
Editor : Redaksi Lombok Post