LombokPost – Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini masih dalam proses pembangunan fisik.
Meski begitu, pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang sekolah ini sudah mulai menerima siswa baru.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Fathurrahman mengatakan, sambil pembangunan fisik berjalan, sekaligus menyiapkan tahapan penerimaan calon siswa dari kalangan keluarga kurang mampu.
Fathurrahman mengatakan, ada beberapa tahapan dalam proses rekrutmen siswa. Misalnya dengan mendata para calon siswa.
"Namun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial," jelasnya.
Peserta didik diambil dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Yaitu anak-anak dari keluarga sangat miskin, miskin, dan rentan miskin.
"Mereka yang selama ini menjadi prioritas program bantuan sosial,” ujarnya.
Fathurrahman menerangkan, masyarakat kategori desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling bawah.
Sementara desil 2 adalah masyarakat miskin yang memiliki penghasilan namun belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap. Fokus awal pada adalah pekerjaan fasilitas utama.
Seperti ruang kelas dan asrama. Sementara sarana pendukung lainnya akan diselesaikan paralel hingga seluruh proyek rampung.
Fathurrahman optimis, program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Sebab, dengan sistem berasrama, siswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian.
Di samping itu, program ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama bagi masyarakat miskin ekstrem dan rentan miskin.
Apalagi kemiskinan di Gumi Tioq Tata Tunaq masih cukup tinggi. “Dengan model sekolah berasrama, pembinaan bisa lebih intensif,” tutupnya.
Sekolah yang berlokasi di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan ini sudah peletakan batu pertama pada awal Maret 2026 lalu.
Ketika itu hadir Bupati Lombok Utara, Perwakilan Kementerian Sosial RI, para pejabat Pemprov NTB, jajaran Forkopimda KLU, dan sejumlah pejabat lainnya.
Perwakilan Kementerian Sosial RI Arif Rahman menyampaikan, lebih dari 1.000 siswa direncanakan akan mendapatkan layanan pendidikan gratis ini.
Arif menegaskan, seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pakaian hingga perlengkapan belajar, akan difasilitasi sejak awal hingga akhir masa pendidikan.
Editor : Akbar Sirinawa