LombokPost - Banjir yang melanda Kecamatan Pemenang pada Minggu (5/4) dini hari lalu, berdampak pada sejumlah wilayah di Desa Pemenang Barat. Tercatat, sedikitnya empat dusun terdampak dengan total 46 kepala keluarga (KK).
Kepala Desa Pemenang Barat Asma'at mengatakan dusun yang terdampak masing-masing Telaga Wareng, Kombol Madani, Montong Bae, Sumur Mual, dan Bale Dana. Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian dengan 19 petani dilaporkan terdampak. ”Sudah kami laporkan ke pemerintah daerah, dan bantuan berupa makanan, selimut, tikar, dan beras sudah disalurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir terjadi dalam waktu singkat dan berangsur surut dalam waktu sekitar satu jam. Saat ini kondisi di wilayah tersebut sudah kembali terkendali, meskipun warga sempat terdampak genangan air.
Baca Juga: Nasib PPPK Paro Waktu KLU Terancam Aturan Belanja Pegawai 30 Persen, Pemda Putar Otak Cari Solusi
Kepala BPBD Lombok Utara M Zaldy Rahadian, menjelaskan banjir bandang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Debit air sungai meningkat drastis hingga meluap, membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan. ”Banjir terjadi dalam dua gelombang. Gelombang kedua lebih besar dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah,” jelasnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan tanggul sungai sepanjang kurang lebih 100 meter. Sejumlah kolam ikan dan lahan pertanian warga turut terdampak.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pembersihan material, serta pendataan korban. Bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga terdampak.
Sementara itu, di Desa Menggala, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak di Dusun Kerujuk, Minggu (5/4) malam. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat dalam memetakan dampak bencana serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Baca Juga: BGN Segel 18 SPPG di Lombok Utara
Banjir akibat luapan sungai sempat merendam permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. Ketika kejadian, jelasnya, sekitar 70 warga terdampak sempat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. ”Penanganan cepat terus kami lakukan,” ujar Kusmalahadi.
Ia juga mengingatkan bahwa banjir akibat luapan sungai bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Editor : Pujo Nugroho