LombokPost - Sebanyak 10 ekor sapi milik peternak Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto mulai menjalani proses seleksi.
Seleksi dilakukan langsung tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU.
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah ikut turun mendampingi proses penimbangan dan pemeriksaan sapi-sapi milik peternak di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Warga Mataram Tak Perlu Khawatir, Distan Jamin Kesehatan Hewan Kurban Melalui Skrining Ketat
Dia mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang terus memberi pendampingan kepada peternak hingga masuk dalam tahapan seleksi.
”Ada 10 sapi yang akan dipilih. Sapi-sapi yang masuk usulan ini merupakan yang terbaik dan telah memenuhi standar. Kami berharap ada yang dibeli presiden untuk kurban,” ujar Hakamah.
Menurut dia, masuknya 10 sapi asal KLU dalam daftar usulan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
Sebab, hal itu menunjukkan kualitas peternakan di Lombok Utara mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. ”Ini tentu membanggakan,” katanya.
Artinya peternak di Lombok Utara sudah mampu menghasilkan sapi dengan kualitas terbaik.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, hal ini sekaligus menjadi semangat bagi peternak lain untuk beternak lebih baik lagi.
Hakamah mengaku mendapatkan banyak permintaan dari peternak agar sapinya ikut diseleksi. Kata dia, ini menunjukkan bahwa ada banyak sapi di KLU yang memiliki kualitas bagus.
”Peternak kita sudah mampu menjaga kesehatan ternak, pakan, dan perawatan dengan baik,” imbuhnya.
Kepala DKP3 KLU Tresnahadi menjelaskan 10 sapi yang kini diseleksi memiliki bobot bervariasi. Mulai 900 kilogram hingga 1,2 ton. Seluruhnya telah didata dan diusulkan ke pemerintah provinsi untuk diteruskan ke tingkat pusat.
Dia menegaskan, proses penentuan sapi kurban presiden dilakukan melalui tahapan berlapis. Setelah diseleksi di tingkat kabupaten, usulan diteruskan ke provinsi, lalu diputuskan tim kepresidenan.
Soal mana yang akan dipilih sebagai kurban, sepenuhnya ditentukan oleh tim kepresidenan. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai penghubung. ”Bukan penentu akhir,” tegas Tresnahadi.
Selain memastikan kualitas sapi, pihaknya juga mulai menyiapkan para peternak dari sisi administrasi. Mulai dari kelengkapan dokumen hingga kesiapan rekening bank untuk transaksi jika sapinya terpilih.
”Kami ingin semua berjalan rapi dan transparan. Kalau sapinya terpilih, peternaknya juga harus siap secara administrasi,” tandasnya.
Pihaknya tinggal menunggu hasil seleksi lanjutan. Tresnahadi mengatakan, hanya ada satu dari 10 sapi asal Lombok Utara yang akan terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI pada Iduladha tahun ini. (bib/r8)
Editor : Redaksi