LombokPost – Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan pentingnya kedisiplinan dan integritas bagi seluruh personel.
Ia mengingatkan agar setiap anggota menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel jam pimpinan di Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Lombok Utara.
Agus menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian saat ini tidak hanya menuntut kedisiplinan administratif, tetapi juga komitmen moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, ukuran profesionalitas tidak semata dilihat dari capaian kinerja. Tetapi juga dari kemampuan menjaga diri agar tetap berada pada koridor aturan dan etika.
Baca Juga: Rekrutmen Polri 2026 di Polres Lombok Utara Dimulai, Pakta Integritas Jadi Syarat Mati
Karena itu, ia meminta seluruh personel tidak memaknai Tri Brata dan Catur Prasetya sebatas hafalan.
Agus juga menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberi manfaat nyata.
Pelayanan yang tulus, profesional, berintegritas, dan humanis dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. “Menjadi polisi baik saja tidak cukup,” ujarnya.
Sejak menjabat sebagai Kapolres Lombok Utara pada 14 Januari 2025, Agus dikenal cukup konsisten mendorong pembinaan personel berbasis nilai dan karakter.
Baca Juga: Desa Sama Guna KLU Kini Melek Statistik
Ia menanamkan filosofi Handarbeni dan Tepo Seliro sebagai fondasi sikap anggota.
Dia menerangkan, Handarbeni dimaknai sebagai rasa memiliki terhadap institusi, sehingga setiap personel wajib menjaga marwah Polri.
Sementara Tepo Seliro menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Kedua nilai tersebut menjadi bagian dari jargon pembinaan “Polisi Baik dan Bermanfaat” yang terus digaungkan di lingkungan Polres Lombok Utara.
Selain itu, penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental yang rutin dilaksanakan setiap Kamis.
Baca Juga: Panen Padi Gogo di Rempek Dinilai Perkuat Ketahanan Pangan Lombok Utara
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi moral bagi personel agar tetap konsisten dalam pengabdian.
Agus menegaskan, reformasi kepolisian tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan teknis dan modernisasi sistem.
Lebih dari itu, pembentukan karakter menjadi kunci utama dalam menghadirkan sosok polisi yang disiplin, berintegritas, serta dipercaya masyarakat.
“Kepercayaan publik itu ditentukan dari perilaku setiap anggota. Jadi disiplin dan menjauhi pelanggaran adalah hal paling mendasar,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida