LombokPost - Pengurus Krama Pura Manik Sari Batu Beleq Pusuk akan mengagendakan ritual Pujawali di pura mereka. Saat ini sejumlah persiapan terus dimatangkan.
Bagi umat Hindu, Pujawali bukan sekadar seremoni keagamaan.
Tradisi ini merupakan momentum suci untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat hubungan spiritual umat dengan tempat suci.
Pujawali juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan antarsesama melalui kebersamaan dalam ngayah atau gotong royong selama rangkaian upacara berlangsung.
Baca Juga: Polres KLU-MBI Bagikan 1.000 Takjil, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama
Nah, di Pura Manik Sari Batu Beleq Pusuk juga akan digelar kegiatan serupa.
Pengurus Krama Pura yang ada di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang itu mengaku sudah mulai mempersiapkan acara tersebut.
Ketua Panitia Pujawali I Nengah Sugiartha mengatakan, acara sakral ini dijadwalkan pada 31 Mei mendatang.
Persiapan yang dilakukan tidak sederhana. Selain menyiapkan rangkaian upacara adat dan keagamaan, panitia juga memikirkan kenyamanan umat yang akan hadir.
"Lokasi pura berada di kawasan perbukitan yang membuat kendaraan roda empat tidak dapat mencapai area utama pura," jelasnya.
Karena itu, masyarakat sekitar akan dilibatkan membantu kelancaran kegiatan.
Baca Juga: Kegiatan Dharma Santi di Senaru Lombok Utara, Upaya Merajut Harmoni Agama dan Negara
Sejumlah warga akan menyediakan jasa ojek hingga membantu membawa barang bawaan umat menuju lokasi pura.
I Nengah Sugiartha mengatakan, tradisi ini bukan hanya menjaga warisan spiritual leluhur.
Tetapi juga memiliki makna dalam memperkuat harmoni antarumat beragama. "Sehingga terbangun harmonisasi beragama," katanya.
Persiapan dari sisi keamanan juga sudah mulai dimatangkan. I Nengah Sugiartha mengaku, pihaknya telah mendatangi Mapolres Lombok Utara untuk koordinasi terkait keamanan.
Baca Juga: Pemkab Lombok Utara Kebut Proyek KPBU PJU, Anggarannya Tembus Rp 133 Miliar
"Kami sudah sampaikan kepada Kapolres, bahwa kami butuh pengamanan," katanya.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang dibangun panitia.
Menurutnya, sinergi sejak awal menjadi bagian penting agar kegiatan besar keagamaan dapat berjalan aman dan lancar.
Dia mengimbau panitia untuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga suasana kondusif sekaligus mempererat toleransi di tengah masyarakat.
Editor : Kimda Farida