Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temui Pemimpin Tertinggi, Militer Iran Siapkan Respons Keras atas Setiap Agresi Asing

R
MULAI NORMAL: Para pengendara mobil melintas di depan gambar mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang dipasang di sepanjang jalan di Teheran, Rabu (29/4). (ATTA KENARE / AFP)
MULAI NORMAL: Para pengendara mobil melintas di depan gambar mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang dipasang di sepanjang jalan di Teheran, Rabu (29/4). (ATTA KENARE / AFP)

Advertisement

LombokPost— Komando militer tertinggi Iran menyatakan kesiapan penuh angkatan bersenjata dalam menghadapi setiap potensi agresi atau kesalahan kalkulasi strategis dari pihak asing. Komitmen tersebut disampaikan langsung kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dalam sebuah pertemuan resmi pada Minggu (10/5/2026).

Laporan mengenai kesiapan militer ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi selaku komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya. Laporan tersebut mencakup kesiapan lintas matra, mulai dari Angkatan Darat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kepolisian, pasukan perbatasan, Kementerian Pertahanan, hingga pasukan sukarelawan Basij.

Dalam keterangannya, Jenderal Abdollahi menegaskan bahwa seluruh personel militer berada dalam kondisi moral dan kesiapan tempur yang tinggi. Ia menjamin bahwa persenjataan dan rencana strategis telah disiapkan secara matang untuk mengantisipasi tindakan permusuhan dari aliansi Amerika Serikat dan Israel.

Advertisement

Ia memberikan peringatan keras bahwa jika pihak lawan melakukan "kesalahan strategis, agresi, atau invasi," maka pasukan Iran akan merespons “dengan cepat, intens, dan kuat.”

Selain itu, Abdollahi menegaskan loyalitas militer terhadap komando tertinggi. Angkatan bersenjata akan, “dengan ketaatan penuh” pada perintah Ayatollah Khamenei, membela “cita-cita Revolusi Islam, tanah air tercinta kita Iran, kedaulatan, kepentingan nasional, dan bangsa Iran yang gagah berani hingga nafas terakhir dan sampai mati.”

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Ayatollah Khamenei memberikan apresiasi atas kinerja angkatan bersenjata selama periode konflik yang berlangsung sejak akhir Februari lalu. Ia mengeluarkan arahan baru agar militer terus melanjutkan langkah-langkah strategis dan bersikap tegas dalam menghadapi tekanan luar.

Sebagaimana diketahui, ketegangan bersenjata yang dimulai pada 28 Februari tersebut melibatkan pengeboman terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran. Meski awalnya diprediksi akan meruntuhkan pemerintahan dalam waktu singkat, konflik tersebut justru berlangsung selama 41 hari.

Selama periode tersebut, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat tak berawak (drone) dan rudal ke target-target strategis lawan. Eskalasi tersebut akhirnya mereda setelah tercapainya gencatan senjata sepihak yang masih berlaku hingga saat ini. Pertemuan di Teheran ini sekaligus menegaskan posisi Iran yang tetap dalam kewaspadaan tinggi meski masa gencatan senjata tengah berjalan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ketegangan di Selat Hormuz: Militer Iran Balas Serangan Kapal Tanker oleh Pasukan AS

Ketegangan di Selat Hormuz: Militer Iran Balas Serangan Kapal Tanker oleh Pasukan AS

Militer Iran balas serangan AS terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat usai klaim kerusakan signifikan pada kapal perang

Iran Tunjuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf sebagai Utusan Khusus untuk China

Iran Tunjuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf sebagai Utusan Khusus untuk China

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf ditunjuk jadi perwakilan khusus untuk China guna memperkuat posisi diplomasi Teheran di Beijing.

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer