LombokPost – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dadan Hindayana meresmikan dapir Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Selasa (12/5).
Peluncuran dilakukan di dapur SPPG 3T yang menjadi bagian program penyediaan makanan bergizi gratis bagi masyarakat rentan.
Dadan Hindayana menjelaskan, dapur SPPG 3T merupakan infrastruktur dapur modern yang dibangun BGN bersama Polri.
Kehadiran dapur tersebut ditujukan untuk menyajikan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil di wilayah rentan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Gubernur NTB Pastikan Program MBG di Lombok Utara Aman dan Berkualitas
“SPPG 3T ini untuk memastikan pelayanan gizi bisa menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” katanya.
Dadan mengapresiasi keterlibatan masyarakat Lombok Utara dalam mensukseskan program makan bergizi gratis (MBG).
Karena partisipasi itulah, saat ini KLU telah berhasil membangun dapur SPPG 3T.
Di antara pihak yang berkontribusi dalam pembangunan SPPG adalah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB dan Lombok Utara.
Dia memastikan, dengan adanya SPPG 3T ini, masyarakat lokal akan dilibatkan lebih luas, baik dalam penyediaan bahan pangan maupun pengawasan program.
Baca Juga: BGN Segel 18 SPPG di Lombok Utara
“Kita ingin masyarakat ikut terlibat dan sama-sama mengawasi pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini secara nasional telah berdiri sekitar 1.400 dapur SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
Pembangunan dapur tersebut tidak menggunakan dana APBN secara langsung, melainkan hasil kolaborasi dan kontribusi masyarakat.
Secara nasional, jelasnya, saat ini program MBG sudah mampu melayani sekitar 62,1 juta penerima manfaat dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Yaitu dalam waktu hanya 1,4 tahun. Menurut Dadan, Target tersebut dapat tercapai lebih cepat berkat dukungan berbagai pihak.
Baca Juga: BGN Izinkan Tujuh Dapur MBG Beroperasi Lagi di Lombok Tengah
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menegaskan penanganan daerah berkaitan erat dengan pembangunan manusia.
Karena itu, program pemenuhan gizi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Najmul meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan program tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Terutama dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. “Yang paling penting adalah kualitas makanan harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Editor : Kimda Farida