LombokPost— Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung membantah anggapan bahwa jaringan distribusi air yang dikelolanya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli).
Mereka memastikan bahwa air yang dikonsumsi masyarakat aman dari bakteri tersebut.
Sebelumnya, Keluarga Besar Mahasiswa Lombok Utara (KBMLU) menyoroti hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Kota Mataram terhadap sejumlah sampel air PDAM pada April 2026 lalu.
Dalam hasil uji tersebut ditemukan kandungan Total Coliform dan E. coli di beberapa lokasi.
Di antaranya Dusun Luk Barat, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga dengan temuan Total Coliform 50 CFU/100 ml dan E. coli 28 CFU/100 ml.
Baca Juga: Warga Gili Meno Tuntut Solusi Permanen Krisis Air Bersih
Ada juga temuan Coliform 22 CFU/100 ml di Dusun Langgem Sari, Desa Sama Guna, serta 11 CFU/100 ml di wilayah Desa Gondang.
Menanggapi hal tersebut, Manager Teknik PDAM Amerta Dayan Gunung Malik Achmad Aljabar mengatakan, pihaknya memandang serius hasil uji laboratorium tersebut.
Sebagai tindak lanjut, PDAM langsung melakukan verifikasi lapangan.
“Begitu menerima hasil uji awal dari Labkes Dinas Kesehatan Kota Mataram, kami langsung menindaklanjutinya melalui verifikasi lapangan oleh bidang teknik dan subbidang produksi pada tanggal 23 April 2026,” ujarnya.
Dari hasil verifikasi diketahui terdapat perbedaan lokasi dan jenis titik pengambilan sampel.
Baca Juga: Sistem Beach Well dalam Penyediaan Air Bersih di Gili Meno Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pada lokasi SPPG Luk Barat, sampel yang diuji diambil dari tandon setempat, sedangkan pada SPPG Gondang sampel berasal langsung dari kran jaringan PDAM.
Untuk memperoleh pembanding yang lebih objektif, PDAM kemudian meminta pengujian lanjutan kepada Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi Provinsi NTB. Pengambilan sampel dilakukan pada 28 April 2026.
Hasil pengujian lanjutan menunjukkan kondisi yang berbeda. Pada titik Timur Lekok tidak ditemukan Total Coliform maupun E. coli.
Sementara pada titik Kran SPPG Luk Timur ditemukan Total Coliform sebesar 10 CFU/100 ml, dan E. coli tidak ditemukan atau tercatat 0 CFU/100 ml.
“Hasil antar titik tidak seragam. Karena itu harus dibaca berdasarkan lokasi sampling, jenis titik pengambilan sampel, serta kondisi setempat,” katanya.
Menurut Malik, tidak tepat apabila hasil yang ditemukan pada titik tertentu dijadikan dasar. Apalagi sampai menyimpulkan kondisi seluruh sistem pelayanan PDAM.
Baca Juga: Pemda KLU Bantah Wacana Pengalihan Trayek Kapal Cepat ke Senggiigi
Ia menegaskan jaringan distribusi PDAM melayani wilayah yang luas dengan karakteristik dan kondisi lapangan berbeda-beda.
Selain melakukan evaluasi teknis lanjutan, PDAM juga mengklaim rutin melakukan pengawasan kualitas air.
Pengujian laboratorium secara berkala dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Di luar pengujian laboratorium berkala tersebut, pengawasan internal juga dilakukan setiap hari oleh petugas PDAM.
Salah satunya melalui pemantauan parameter kualitas air menggunakan peralatan pengukur yang tersedia di instalasi pengolahan dan jaringan distribusi.
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat pengawasan mutu air, melakukan evaluasi teknis lanjutan, serta memastikan perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegas Malik.
PDAM memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan.
Manajemen juga membuka ruang evaluasi terhadap setiap temuan di lapangan.
Ketua KBMLU Abed Aljabiri Adnan menilai, temuan tersebut perlu menjadi perhatian serius.
Sebab, terangnya, hal tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih yang aman untuk dikonsumsi.
Menurutnya, air bersih bukan sekadar layanan publik. Tetapi kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Krisis Air di Gili Meno Lombok Utara Makin Parah
Ketika hasil laboratorium menemukan E. coli hingga 28 CFU/100 ml, maka harus menjadi perhatian serius. "Karena standar nasional mensyaratkan E. coli nol,” ujarnya.
Menurut Abed, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan terkait penyebab munculnya temuan tersebut.
Dia juga mendesak PDAM mengambil langkah-langkah tepat untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap aman.
Editor : Kimda Farida