Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Empat Desa di KLU Jadi Percontohan Kampung REDAM

Habibul Adnan • Senin, 29 Juni 2026 | 15:50 WIB
PERKUAT KETAHANAN SOSIAL: Penetapan empat desa di Lombok Utara jadi percontohan Kampung REDAM.
PERKUAT KETAHANAN SOSIAL: Penetapan empat desa di Lombok Utara jadi percontohan Kampung REDAM.

LombokPost – Empat desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditetapkan sebagai lokasi percontohan Program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Kampung REDAM). Keempat desa itu tersebar di beberapa kecamatan.

Yaitu Desa Bentek dan Desa Tanjung di Kecamatan Tanjung. Kemudian Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, dan Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. 

Penetapan dilakukan dalam kegiatan Koordinasi Pembentukan Kampung/Desa REDAM, Selasa (22/6) lalu oleh Kementerian HAM.

Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan apresiasi kepada Kementerian HAM RI atas kepercayaan menjadikan empat desa sebagai percontohan program tersebut. 

Baca Juga: Desa-Desa di Lombok Utara Komitmen Perangi Narkoba dari Bawah

Menurutnya, Kampung REDAM merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

"Desa harus menjadi garda terdepan menjaga stabilitas sosial," ujarnya.

Ia menegaskan, Kampung REDAM bukan sekadar program administratif. Melainkan pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan desa sebagai pusat rekonsiliasi, dan pencegahan konflik.

Ke depan, desa diharapkan jadi penguat nilai-nilai hak asasi manusia dan harmoni sosial.

Lombok Utara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama dinilai membutuhkan ruang bersama yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Menurut Kusmalahadi, keragaman yang dimiliki Lombok Utara merupakan modal besar untuk pembangunan apabila dikelola dengan baik.

Baca Juga: Progres Kantor Inspektorat KLU Capai 10 Persen

Sebaliknya, tanpa komunikasi yang sehat, tata kelola yang baik, dan mekanisme penyelesaian konflik yang efektif, keberagaman juga dapat menjadi sumber kerentanan sosial.

Ia juga mengingatkan tantangan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Arus informasi yang tidak terverifikasi kerap memicu kesalahpahaman hingga berpotensi memecah hubungan antarmasyarakat. 

"Karena itu, Kampung REDAM diharapkan menjadi ruang sosial yang mampu berfungsi sebagai filter informasi, mediator, sekaligus penguat solidaritas masyarakat," tutupnya.

Editor : Kimda Farida
#kampung rekonsiliasi dan perdamaian #kampung redam lombok utara #Desa Pemenang Timur Lombok Utara #desa tanjung #desa bentek Lombok utara