Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita dari Festival Sate Tanjung Lombok. Sulap Menu Rumahan Jadi Juara 

Habibul Adnan • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:44 WIB
MERIAH: Peserta ikut Festival Sate Tanjung. Ini akan menjadi agenda tahunan Pemda KLU.
MERIAH: Peserta ikut Festival Sate Tanjung. Ini akan menjadi agenda tahunan Pemda KLU.

LombokPost - Festival Sate Tanjung di Alun-alun Tioq Tata Tunaq, Kamis sore (2/7) sudah menentukan nama-nama para pemenang. Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan. 

Suasana di bawah tenda utama Alun-alun Tioq Tata Tunaq mendadak hening. Puluhan peserta yang sejak sore sibuk membakar sate, meracik bumbu, dan melayani penilaian juri, kini hanya bisa berdiri sambil sesekali saling melempar pandang. 

Sebagian menggenggam tangan rekannya. Sebagian lainnya mencoba tersenyum untuk menutupi rasa gugup. Satu per satu amplop berisi hasil penilaian mulai dibuka. 

Nama para pemenang segera diumumkan. Ketegangan yang sejak tadi menggantung di udara seketika pecah menjadi tepuk tangan dan sorak kegembiraan.

Ketika nama Sate Ikan Ika Boga 1 disebut sebagai juara pertama, para anggota tim langsung berpelukan. Senyum lebar tak bisa disembunyikan. 

Di sudut lain, tim Sate Ikan Ibu Datu juga bersorak saat dinobatkan sebagai juara kedua.

Begitu pula tim Ika Boga 2 yang berhasil mengamankan posisi ketiga. Rasa lelah sejak siang seolah terbayar lunas.

Baca Juga: Gaji PPPK Paro Waktu KLU Dibayar Penuh Lewat APBD Perubahan

Bagi Fatmawati, perwakilan Sate Ikan Ibu Datu, kemenangan itu datang di luar dugaan.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan racikan yang setiap hari dijual kepada pelanggan justru mampu mengantarkannya menjadi salah satu yang terbaik di Festival Sate Tanjung.

"Saya benar-benar tidak menyangka bisa juara. Bumbunya biasa saja, sama seperti yang saya buat setiap hari untuk dijual," katanya dengan wajah semringah.

Baginya, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus mempertahankan cita rasa Sate Tanjung.

Ia berharap festival seperti ini tidak berhenti sampai di sini agar kuliner khas Lombok Utara semakin dikenal masyarakat luas.

Baca Juga: Pemda KLU Punya Perda Ketertiban Usaha

Festival Sate Tanjung merupakan bagian dari Bulan Kebudayaan Daerah yang setiap tahun digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Mengusung tema "Setusuk Sate Sejuta Rasa", kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap Sate Tanjung.

Sate Tanjung kini sebagai kuliner khas daerah yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Moh Najib mengatakan, Festival Sate Tanjung akan terus menjadi agenda tahunan sebagai upaya melestarikan kuliner khas daerah.

"Insyaallah kegiatan ini akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Hadiah bagi para pemenang akan diserahkan pada puncak peringatan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara," ujarnya.

Baca Juga: Realisasi PAD Kabupaten Lombok Utara Triwulan II Lewati Target. Tiga Gili Masih Jadi Andalan

Dia menyarankan kepada peserta yang belum meraih juara untuk tidak berkecil hati. Apalagi masih ada kesempatan untuk berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya.

"Intinya, melalui even ini akan munculkan kebanggaan terhadap kuliner khas kita," tutup Najib.

Editor : Habibul Adnan
#festival sate tanjung #kuliner lombok utara #sate lombok utara #Sate Tanjung #Pemda KLU