LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata terlibat aktif dalam gerakan penghijauan.
Gerakan ini untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budiastuti.
Dia menegaskan, kelestarian alam merupakan fondasi utama sektor pariwisata di Lombok Utara.
Karena itu, keterlibatan hotel, restoran, hingga pengelola destinasi wisata dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan.
“Pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kelestarian alam," kata Denda.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk bersama-sama menjaga lingkungan melalui aksi nyata.
Baca Juga: KLU Dapat Bantuan Irigasi Rp 7,9 Miliar dari Pusat
Salah satunya dengan gerakan penghijauan atau menanam pohon secara berkelanjutan.
Menurut Denda, gerakan penghijauan tidak hanya difokuskan di kawasan destinasi wisata.
Tetapi juga menyasar area penyangga seperti sepanjang akses menuju objek wisata, lahan kosong, hingga kawasan pesisir.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah erosi, meningkatkan kualitas udara, sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Apalagi wisata KLU selama ini mengandalkan keindahan alam sebagai magnet utama kunjungan wisatawan.
Untuk memastikan program tersebut berjalan secara berkesinambungan, Dispar KLU mendorong kegiatan penanaman pohon masuk dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dengan skema tersebut, kontribusi sektor usaha dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Denda menyebut, langkah ini merupakan investasi jangka panjang. Dengan lingkungan yang terjaga, pariwisata Lombok Utara akan semakin kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Editor : Kimda Farida