Target Masih Sama di Rancangan KUA PPAS, DPRD Buka Peluang Naikkan PAD 2027

Habibul Adnan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:07 WIB
BISA DINAIKKAN: Anggota DPRD Lombok Utara mengikuti paripurna penyampaian rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2027.
BISA DINAIKKAN: Anggota DPRD Lombok Utara mengikuti paripurna penyampaian rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2027.

LombokPost  – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2027 sebesar Rp 370,01 miliar.

Angka tersebut tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027.

Dalam rancangan KUA PPAS, target PAD menjadi sorotan. Pasalnya, nilai yang diajukan hampir sama dengan target PAD tahun anggaran 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp 370 miliar. 

Karena itu, DPRD membuka peluang menaikkan target tersebut. Wakil Ketua I DPRD KLU Hakamah mengatakan, besaran PAD dalam KUA-PPAS masih bersifat proyeksi awal.

Karena itu, sangat mungkin mengalami perubahan setelah dibahas bersama Banggar DPRD dan TAPD.

"Angka di KUA-PPAS itu masih rancangan. Nanti akan kita bahas bersama. Kalau melihat potensi yang ada, tidak menutup kemungkinan target PAD bisa kita naikkan," katanya kepada Lombok Post.

Baca Juga: Empat Desa di KLU Jadi Percontohan Kampung REDAM

Setelah penyampaian rancangan KUA-PPAS, pembahasan akan dilanjutkan antara TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Hasil pembahasan akan menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027. "Pembahasan akan berdinamika. Yang pasti harus lebih tinggi," imbuhnya.

Menurutnya, potensi PAD Lombok Utara masih sangat besar. Terutama dari sektor pariwisata di kawasan Tiga Gili yang menjadi tulang punggung penerimaan daerah.

Selain itu, sejumlah objek wisata di daratan juga menunjukkan tren kunjungan yang terus meningkat.

Hakamah menambahkan, potensi PAD Lombok Utara sebenarnya sangat tinggi. Bahkan bisa mencapai sekitar Rp 700 miliar apabila seluruh potensi pendapatan, khususnya dari sektor pariwisata, mampu dioptimalkan.

Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Wajah Baru di Perbatasan dengan Bangun Gapura di Wilayah Malaka

"Potensi kita besar. Tinggal bagaimana pengelolaannya semakin baik, pengawasannya diperkuat, dan pemanfaatan teknologi dimaksimalkan agar seluruh potensi penerimaan bisa masuk ke kas daerah," tegasnya.

Bupati KLU Najmul Akhyar menyebut, total pendapatan daerah tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp 1,315 triliun.

Dari jumlah tersebut, PAD ditargetkan menyumbang Rp 370,01 miliar atau 28,12 persen, sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp 945,90 miliar atau 71,88 persen.

Menurut Najmul, kebijakan fiskal tahun depan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kemudian mempercepat transformasi pembangunan melalui pengelolaan anggaran yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Butuh Rp 1,5 Miliar untuk Bebaskan Lahan Kampung Nelayan Merah Putih di Bayan Lombok Utara

"Kebijakan fiskal harus dilaksanakan secara hati-hati, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan. Kita akan melanjutkan optimalisasi pendapatan daerah, meningkatkan kualitas belanja, serta melakukan efisiensi pada belanja yang tidak menjadi prioritas," ujarnya.

Editor : Kimda Farida
rancangan KUA PPAS KLU 2027 target PAD 2027 Target PAD 2026 DPRD KLU PAD KLU