LombokPost — Putri Mahkota Kerajaan Swedia Victoria sejak Sabtu (5/9) berada di Pulau Lombok.
Di antara daerah yang dikunjunginya adalah Lombok Utara. Ada beberapa tempat yang didatangi selama berada di Gumi Tioq Tata Tunaq.
Salah satunya adalah berkunjung ke Gili Meno, Minggu (6/9). Di kawasan wisata ini, Putri Mahkota Swedia menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian ekosistem laut dengan menanam terumbu karang di perairan Gili Meno.
Kegiatan tersebut dilakukan Putri Mahkota Victoria dalam kapasitasnya sebagai Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP).
Ia didampingi Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Selain menanam terumbu karang, Putri Mahkota Victoria juga berkesempatan bertemu dengan komunitas pembudidaya rumput laut.
Baca Juga: KLU Bakal Punya Pabrik Pengolahan Sampah, Pembangunan Masuk Tahap Finalisasi
Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam dialog dengan masyarakat Gili Meno, Putri Victoria menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan wisata ini.
Dia juga mengaku bangga terhadap berbagai upaya masyarakat mempertahankannya.
“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Mahkota Victoria.
Ia juga berharap berbagai praktik baik tersebut menjadi contoh bagi wilayah lain. “Terima kasih karena telah menjadi contoh atau panutan.
Baca Juga: UMKM KLU Enggan Pasarkan Produk di Retail Modern, Ini Alasannya
Dia berharap berbagai contoh baik dan inisiatif yang dilakukan di sini dapat diterapkan dan dikembangkan juga di tempat-tempat lainnya.
Mewakili warga, Kepala Dusun Gili Meno Masrun.mengatakan, kehidupan masyarakat sangat bergantung pada perikanan dan sektor pariwisata.
Berbagai usaha yang tumbuh dari kawasan pesisir ini juga menjadi denyut kehidupan ekonomi masyarakat
Karena itu, Masrun berharap Gili Meno dapat berkembang sebagai sustainable island. Yaitu pulau yang mampu mengembangkan ekonomi dan pariwisata tanpa kehilangan lingkungan yang menjadi sumber kehidupannya.
Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menambahkan, Gili Meno adalah lokasi penting dalam pengembangan skema asuransi terumbu karang di Indonesia.
Baca Juga: Siswi SD di Lombok Utara Diajak Jalan-jalan Lalu Digilir di Rumah Kosong, Tiga Pelaku Ditangkap
Skema tersebut menjadi bagian dari upaya mencari pembiayaan inovatif untuk menjaga ekosistem laut.
pihaknya mendorong hadirnya payung hukum yang kuat untuk penerapan skema asuransi terumbu karang.
Bersamaan dengan itu, dikembangkan pula Marine Biodiversity Trust untuk mendukung pembiayaan perlindungan ekosistem laut di kawasan Gili.
Pada 2026, UNDP bersama para mitra juga meluncurkan laporan pembelajaran dan panduan praktis mengenai asuransi terumbu karang.
Panduan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi negara-negara lain yang ingin mengembangkan mekanisme pembiayaan serupa.
Editor : Kimda Farida