Pemda KLU Ambil Langkah Darurat, Droping Air ke Gili Trawangan

Habibul Adnan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:38 WIB
LANGKAH DARURAT; Pemda KLU menyebut sudah mulai dropping air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gili Trawangan.
LANGKAH DARURAT; Pemda KLU menyebut sudah mulai dropping air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gili Trawangan.

LombokPost — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengambil langkah darurat menghadapi krisis air bersih di Gili Trawangan.

Yaitu dengan menugaskan Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung untuk melakukan dropping air ke kawasan wisata tersebut.

Sekda KLU Sahabudin menyebut, dropping air mulai dilakukan sejak Minggu (6/9). Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sementara di tengah terganggunya layanan air di Gili Trawangan.

“Pemda sudah menugaskan PDAM. Mulai kemarin (6/9) sudah melakukan dropping sementara ada air tersedia di Gili Trawangan,” kata Sahabudin.

Baca Juga: Pemda KLU Siapkan BTT untuk Memenuhi Pasokan Air Bersih di Gili 

Meski demikian, dia mengakui upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masih menghadapi kendala.

Salah satunya kondisi cuaca yang memengaruhi proses distribusi air dari daratan menuju Gili Trawangan. “Masih terkendala cuaca,” ujarnya.

Selain melakukan dropping air, Pemda KLU juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat. Dari koordinasi tersebut diharapkan segera ada solusi terhadap gangguan layanan air bersih di Gili Trawangan.

Namun, informasi mengenai dropping air tersebut belum sepenuhnya dirasakan pelaku usaha pariwisata.

Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan Lalu Kusnawan mengaku belum mengetahui secara pasti realisasi dropping air ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Putri Mahkota Swedia Tanam Terumbu Karang di Gili Meno

“Belum ada dropping air. Tandonnya ada, cuma berapa kapasitasnya, kita belum tahu,” kata Kusnawan.

Dia mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa dropping air mulai dilakukan pada Senin (7/9) pagi. Tetapi air tersebut diperuntukkan bagi masyarakat. “Katanya mulai pagi ini (kemarin) ada dropping," tambahnya.

Meski demikian, Kusnawan tetap mengapresiasi langkah Pemda tersebut. Menurutnya, bantuan air tetap sangat dibutuhkan di tengah kondisi krisis yang sudah berlangsung beberapa hari. "Diperuntukkan untuk siapa, tetap kami hargai ini,” ujarnya.

Di sisi lain, kebutuhan air untuk hotel dan akomodasi wisata masih menjadi persoalan. Pelaku usaha disebut harus mencari pasokan sendiri dari daratan, salah satunya melalui kawasan Muara Putat.

Persoalannya, kata Kusnawan, belum ada kepastian ketersediaan air di lokasi tersebut. Kondisi itu membuat pengusaha harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan air menggunakan sarana transportasi laut.

Baca Juga: Putri Victoria Tersentuh Kearifan Adat Bayan

“Untuk pengusaha harus ambil dari Muara Putat, tapi siapa yang menjamin airnya tersedia atau tidak,” katanya.

Kusnawan menegaskan, pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain membeli dan mengangkut air dari daratan. Bahkan, para pelaku usaha telah menyewa speed boat untuk mengirim air ke Gili Trawangan.

Krisis air tersebut sebelumnya telah memberikan dampak serius terhadap aktivitas pariwisata di Gili Trawangan. Sekitar 300 wisatawan dilaporkan melakukan early check-out akibat kebutuhan air bersih tidak terpenuhi.

Gangguan pasokan disebut terjadi sejak Kamis (3/9) sekitar pukul 00.00 WITA.

Sejumlah hotel dan akomodasi bahkan terpaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sanitasi tamu.

Baca Juga: Menjaga Ruang Digital KLU, Diskominfo Perkuat Patroli Siber

Krisis air bersih di Gili Trawangan ini disebabkan akibat penyesuaian operasional transisional seawater reverse osmosis (SWRO).

SWRO ini merupakan sistem penyediaan air bersih melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Skema penyediaan air bersih itu direncanakan berubah sistem, yaitu dari SWRO menjadi Beach Well. Sistem baru itu masih dalam proses penyelesaian teknis, perizinan, serta pengendalian lingkungan.

Editor : Kimda Farida
krisis air bersih gili trawangan ambil langkah darurat krisis air bersih gili tramena Krisis Air Bersih Pemda KLU