LombokPost - Raksasa teknologi Apple akhirnya memutuskan untuk tancap gas di jalur kecerdasan buatan (AI).
CEO Apple Tim Cook secara terbuka menyatakan bahwa perusahaannya siap meningkatkan belanja secara signifikan demi mengejar ketertinggalan di bidang teknologi AI.
Langkah ini mencakup pembangunan lebih banyak pusat data, investasi besar-besaran, dan akuisisi perusahaan AI, sebuah pendekatan yang menandai pergeseran dari strategi konservatif Apple selama ini.
"Kami sangat terbuka terhadap akuisisi, besar maupun kecil, asalkan itu bisa mempercepat roadmap kami di bidang kecerdasan buatan (AI)," tegas Tim Cook dalam konferensi pasca pengumuman laporan keuangan kuartal ketiga fiskal Apple.
Hingga pertengahan 2025, Apple telah mengakuisisi tujuh perusahaan AI kecil. Namun untuk pertama kalinya, mereka menyatakan kesiapan menggelontorkan dana besar demi mengakuisisi perusahaan AI berskala lebih besar.
Salah satu target yang mencuat adalah Perplexity AI, startup pencarian berbasis AI yang diprediksi bisa menjadi pesaing serius Google Search.
Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, Apple telah melakukan diskusi internal terkait kemungkinan mengakuisisi Perplexity yang ditaksir bernilai USD 14–18 miliar.
Jika terealisasi, ini akan menjadi akuisisi terbesar Apple sejak pembelian Beats Electronics pada 2014 senilai USD 3 miliar.
Langkah agresif Apple ini dinilai sebagai upaya mengejar dominasi Microsoft dan Google di sektor AI.
Microsoft dikabarkan bakal menghabiskan lebih dari USD 100 miliar untuk pengembangan AI dan infrastruktur pusat data, sementara Google menargetkan belanja hingga USD 85 miliar.
Selama ini, Apple lebih banyak bergantung pada penyedia pusat data pihak ketiga dan memilih mengembangkan teknologi AI-nya secara internal, termasuk untuk proyek pengembangan Siri berbasis AI yang peluncurannya ditunda ke tahun 2026.
CFO Apple, Kevan Parekh, menambahkan bahwa meskipun peningkatan belanja ini tak bersifat eksponensial, investasi Apple di bidang AI dan pusat data akan tumbuh secara substansial.
“Sebagian besar peningkatan belanja ini terkait langsung dengan investasi kami dalam AI,” ujarnya.
Apple juga melakukan reorganisasi internal besar-besaran, menempatkan sejumlah tim penting seperti pengembang Vision Pro di bawah koordinasi divisi AI baru.
Fokus utama kini adalah menghadirkan fitur Apple Intelligence, termasuk asisten pribadi canggih, penulisan otomatis, hingga terjemahan real-time di perangkat Apple.
Meski masih mengandalkan chip rancangan sendiri untuk menjalankan fungsi AI secara lokal, Apple tetap menekankan pentingnya kontrol privasi dan keamanan data pengguna, sesuai dengan standar tinggi mereka.
Pasar pun merespons positif. Saham Apple naik 1,7% dalam perdagangan premarket pada Jumat, 1 Agustus, sesaat setelah pernyataan resmi perusahaan.
Para analis menilai langkah Apple ini bukan hanya krusial untuk masa depan teknologi perusahaan, tapi juga sinyal bahwa mereka tak mau lagi jadi pengekor dalam balapan AI global. (***)
Editor : Alfian Yusni