Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

China Gegerkan Dunia! Komputer Kuantum Jiuzhang 4.0 Pecahkan Soal dalam 25 Mikrodetik

Alfian Yusni • Minggu, 17 Mei 2026 | 06:27 WIB
Tampilan sebagian dari prototipe komputasi kuantum fotonik baru China, Jiuzhang 4.0.  (ist)
Tampilan sebagian dari prototipe komputasi kuantum fotonik baru China, Jiuzhang 4.0. (ist)

lombokpost - Ilmuwan China kembali membuat dunia teknologi geger. China resmi memperkenalkan Jiuzhang 4.0, komputer kuantum terbaru yang diklaim menjadi komputer kuantum tercepat di dunia.

Teknologi Jiuzhang 4.0 langsung menjadi sorotan global karena disebut mampu menyelesaikan persoalan matematika super rumit hanya dalam 25 mikrodetik.

Kecepatan Jiuzhang 4.0 bahkan disebut jauh melampaui kemampuan superkomputer paling canggih milik Amerika Serikat, El Capitan.

Baca Juga: Mohamed Salah Meledak! Kritik Pedas Arne Slot dan Liverpool, Singgung Mentalitas hingga Identitas Klub

Untuk menyelesaikan tugas yang sama, superkomputer AS itu diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun.

Laporan mengenai Jiuzhang 4.0 dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pada Rabu lalu.

Publikasi tersebut memperlihatkan kemajuan besar China dalam perlombaan teknologi komputasi kuantum dunia.

Baca Juga: Paruhnya Dihancurkan Brutal, Grecia Si Burung Tukan Bangkit dengan Teknologi 3D

Mengutip laporan China Daily, teknologi Jiuzhang 4.0 dikembangkan oleh tim ilmuwan dari University of Science and Technology of China (USTC) yang dipimpin ilmuwan kuantum ternama Pan Jianwei.

Keberhasilan ini membuat China semakin diperhitungkan dalam persaingan teknologi masa depan.

Komputer kuantum berbeda dengan komputer biasa. Komputer konvensional menggunakan bit yang hanya mengenal angka 0 atau 1.

 

Sementara komputer kuantum memakai qubit atau bit kuantum yang bisa berada dalam kondisi 0 dan 1 secara bersamaan melalui prinsip superposisi.

Kemampuan tersebut memungkinkan komputer kuantum melakukan jutaan perhitungan sekaligus dalam waktu bersamaan.

Karena itu, teknologi quantum computing dianggap sangat penting untuk pengembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, riset farmasi, simulasi material baru hingga pertahanan militer.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Hantavirus, Dikes NTB Siapkan Rumah Sakit hingga Laboratorium

Dalam pengembangannya, Jiuzhang 4.0 menggunakan teknologi fotonik. Sistem ini memanfaatkan foton atau partikel cahaya untuk mengolah informasi kuantum. 

Teknologi fotonik dianggap lebih efisien karena dapat bekerja tanpa pendingin ekstrem seperti komputer kuantum berbasis superkonduktor.

Namun, sistem fotonik memiliki tantangan besar. Foton sangat mudah hilang ketika jaringan optik semakin kompleks.

Baca Juga: Tiap KK Dapat Rp 7 Juta, Penerima Program Desa Berdaya Transformatif Mulai Diverifikasi

Jika itu terjadi, kemampuan komputasi bisa turun drastis dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim ilmuwan China mengembangkan sumber cahaya baru dan sistem interferometer hibrida ruang-waktu.

Teknologi ini membuat foton tetap stabil sekaligus memungkinkan interaksi dalam dimensi ruang dan waktu tanpa memperbesar perangkat.

 

Dalam laporan terbaru media internasional, Jiuzhang 4.0 disebut mampu memanipulasi hingga 3.050 foton sekaligus.

Angka itu melonjak jauh dibanding generasi sebelumnya, Jiuzhang 3.0, yang hanya mampu mencapai sekitar 255 foton.

Pencapaian Jiuzhang 4.0 membuat China menjadi negara kedua di dunia yang berhasil mencapai keunggulan komputasi kuantum.

Baca Juga: Panen Raya Jagung Serentak, Polda NTB Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Program MBG

Bahkan, China menjadi negara pertama yang mencapai level tersebut melalui sistem optik fotonik.

Keberhasilan Jiuzhang 4.0 juga mempertegas ambisi Beijing untuk menjadi pemimpin teknologi dunia.

Pemerintah China kini memasukkan teknologi kuantum dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030 sebagai sektor strategis masa depan.

Baca Juga: Atasi Sampah, Skema Sharing PNBP Wisata Rinjani Mengemuka

Teknologi komputer kuantum China dipandang bakal menjadi kunci persaingan ekonomi global di masa mendatang.

Banyak pihak meyakini penguasaan quantum computing akan menentukan dominasi teknologi, industri, hingga kekuatan keamanan nasional suatu negara.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa Jiuzhang 4.0 saat ini masih difokuskan untuk tugas komputasi tertentu, khususnya Gaussian boson sampling.

Artinya, komputer kuantum tersebut belum dapat menggantikan komputer biasa untuk kebutuhan sehari-hari. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Jiuzhang 4.0 #komputer kuantum China #quantum computing #El Capitan #teknologi China