LombokPost-Indonesia resmi bergabung sebagai negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keanggotaan itu memberi Indonesia akses langsung untuk ikut merumuskan tata kelola kecerdasan buatan di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, langkah itu mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin Indonesia ikut menentukan arah pengembangan AI dunia, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.
"Indonesia bergabung dalam WAICO ini adalah juga arahan Bapak Presiden agar Indonesia berperan aktif di dalam pengelolaan tata kelola daripada AI. Dan juga Indonesia sangat peduli terhadap pengembangan AI yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu," ujar Airlangga dalam keterangan pers secara virtual melalui Zoom, Jumat (17/7) malam.
Baca Juga: Bos SoftBank Ramal 1 Miliar Robot AI Bekerja pada 2040
Penandatanganan Agreement on Establishment of WAICO berlangsung dalam rangkaian konferensi AI dunia di Shanghai.
Sebelum penandatanganan, para delegasi mengikuti pertemuan tingkat tinggi. Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan perwakilan negara pendiri menghadiri pertemuan itu.
Airlangga mengatakan, 29 negara telah menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Dari kawasan ASEAN, Indonesia bergabung bersama Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.
Indonesia juga menegaskan sikap netral di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China. Keikutsertaan dalam WAICO tidak menandakan keberpihakan kepada salah satu blok kekuatan global.
Baca Juga: Jepang Gandeng Nvidia, Targetkan 10 Juta Robot AI di 2040
"AI adalah produk teknologi dan ini adalah merupakan tools yang sifatnya netral dalam tanda petik non-politik," katanya.
Indonesia juga tetap terlibat dalam berbagai inisiatif pengembangan AI yang digagas Amerika Serikat. Airlangga menyebut Indonesia sedang berproses dalam Paksilica.
"Indonesia terlibat juga dalam pengembangan yang diinisiasi oleh Amerika, yaitu Paksilica, dan Indonesia berproses di sana. Dan kemudian sebetulnya ini bukan dua hal yang dipertentangkan karena orientasi maupun prioritasnya agak berbeda," jelasnya.
Status negara pendiri memberi Indonesia posisi strategis dalam pembahasan kebijakan AI global. Pemerintah juga ingin memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi yang berpotensi mengubah perekonomian dunia.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com