LombokPost - Pertarungan yang ditunggu akhirnya tiba. Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner akan kembali saling berhadapan di final Monte-Carlo Masters 2026, Minggu waktu setempat atau pukul 21.00 WITA, dalam duel yang bukan hanya soal gelar, tetapi juga perebutan posisi nomor satu dunia.
Laga ini menjadi pertemuan pertama keduanya di musim 2026 setelah terakhir kali bentrok di final ATP Finals pada November lalu. Penantian lima bulan itu kini terbayar dengan panggung terbesar di awal musim lapangan tanah liat.
“Ini adalah tempat impian bagi semua orang,” ujar Alcaraz. “Saya berjuang untuk gelar kedua di sini, sementara dia mengejar yang pertama. Nomor satu dunia juga dipertaruhkan,” tegasnya.
Baca Juga: Momen Langka! Jannik Sinner Latihan Bareng Bintang 17 Tahun Moise Kouame di Monte-Carlo
Sepanjang awal musim, kedua bintang muda ini tampil dominan secara bergantian. Alcaraz sempat melesat dengan 16 kemenangan beruntun, termasuk menyempurnakan Career Grand Slam di Australian Open dan meraih gelar di Doha. Namun, Sinner merespons dengan performa tak kalah impresif, menyapu gelar di Indian Wells dan Miami serta mencatat 16 kemenangan beruntun dengan hanya kehilangan satu set.
Kini, keduanya bertemu dalam performa terbaik. Alcaraz mengandalkan variasi pukulan dan kreativitasnya di lapangan tanah liat, sementara Sinner tampil semakin solid dengan peningkatan signifikan pada servis dan intensitas permainan.
“Kami bekerja keras di semua aspek, termasuk servis dan pengembalian bola,” kata Sinner. “Saya ingin melihat di mana level saya saat menghadapi dia di lapangan tanah liat,” bebernya.
Baca Juga: Ganas di Monte-Carlo! Jannik Sinner Hajar Ugo Humbert 6-3, 6-0, Makin Dekat ke Ranking 1 Dunia
Secara head-to-head, Alcaraz masih unggul 10-6, termasuk dominasi di pertemuan lapangan tanah liat. Namun statistik menunjukkan betapa ketatnya rivalitas ini—keduanya sama-sama mengoleksi 1.651 poin dari 16 pertemuan dan masing-masing telah meraih 26 gelar level tur.
Kenangan dramatis juga masih membekas, terutama saat final Roland Garros 2025 ketika Alcaraz menyelamatkan tiga championship point untuk menggagalkan Sinner. Kini, petenis Italia itu datang dengan misi balas dendam sekaligus mengincar gelar Masters 1000 pertamanya di tanah liat.
Final ini diprediksi menjadi salah satu duel terbaik musim ini. Dua pemain terbaik dunia, dua gaya berbeda, dan satu tujuan: menjadi yang teratas.
Saat keduanya melangkah ke Lapangan Rainier III, pertanyaannya bukan lagi apakah pertandingan akan berlangsung sengit, melainkan seberapa tinggi level permainan yang mampu mereka ciptakan.
Editor : Rury Anjas Andita