LombokPost – Final Mutua Madrid Open 2026 menghadirkan pertarungan menarik antara dua rising star, Mirra Andreeva dan Marta Kostyuk. Keduanya akan bentrok di Estadio Manolo Santana, Sabtu waktu setempat, untuk memperebutkan gelar pertama mereka di Madrid.
Laga ini menjadi pertemuan kedua mereka musim ini, sekaligus panggung pembuktian siapa yang paling siap menaklukkan tekanan final WTA 1000.
Andreeva melangkah ke final dengan perjuangan solid. Petenis 19 tahun itu menyingkirkan nama-nama seperti Panna Udvardy, Anna Bondar, hingga Leylah Fernandez sebelum menutup langkahnya dengan kemenangan atas Hailey Baptiste di semifinal.
Ia tampil konsisten, terutama dalam momen krusial, dengan rekor tiebreak impresif sepanjang turnamen. Madrid menjadi final WTA 1000 ketiganya, menjadikannya remaja pertama yang mencapai pencapaian tersebut sejak format ini diperkenalkan.
“Saya tidak melihat diri saya sebagai favorit. Yang penting fokus pada rencana permainan,” ujar Andreeva.
Di sisi lain, Kostyuk datang dengan performa tak kalah meyakinkan. Ia menyapu bersih lawan-lawannya, termasuk Jessica Pegula dan Linda Noskova, sebelum menyingkirkan Anastasia Potapova di semifinal.
Baca Juga: Mirra Andreeva Bangkit Dramatis di Madrid Open 2026: Selamatkan 3 Set Point, Tembus Final WTA 1000
Petenis Ukraina itu kini mencatat 10 kemenangan beruntun dan mencapai final ketiganya musim ini. Ia juga berpeluang menjadi pemain non-unggulan 20 besar kedua yang menjuarai Madrid, mengikuti jejak Aravane Rezai pada 2010.
Secara head-to-head, Kostyuk unggul 1-0 atas Andreeva, namun kondisi lapangan tanah liat Madrid diyakini akan menghadirkan cerita berbeda.
“Dia pemain solid dengan pukulan keras dan servis kuat. Kondisinya berbeda, jadi ini akan menarik,” kata Andreeva.
Final ini menjadi benturan dua gaya: Andreeva dengan konsistensi dan ketenangan di momen penting, sementara Kostyuk mengandalkan agresivitas dan momentum kemenangan beruntun.
Siapa pun pemenangnya, Madrid 2026 dipastikan melahirkan juara baru—sekaligus penegasan bahwa generasi baru tenis putri siap mengambil alih panggung dunia.
Editor : Rury Anjas Andita