LombokPost – Marta Kostyuk akhirnya mencapai tonggak terbesar dalam kariernya. Petenis Ukraina itu sukses merebut gelar WTA 1000 pertama setelah menaklukkan Mirra Andreeva di final Mutua Madrid Open 2026, Sabtu (3/5) waktu setempat.
Tampil solid sejak awal, Kostyuk menang dua set langsung 6-3, 7-5 dalam waktu 1 jam 21 menit. Gelar ini menjadi trofi ketiga sepanjang kariernya sekaligus yang pertama di level elite di atas WTA 250.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Kostyuk di musim lapangan tanah liat. Sebelumnya, petenis 23 tahun itu juga sukses menjuarai turnamen di Rouen, membuatnya kini mencatat gelar beruntun untuk pertama kalinya.
“Rasanya luar biasa. Butuh waktu bertahun-tahun untuk sampai di titik ini. Kuncinya adalah konsistensi,” ujar Kostyuk usai pertandingan.
Dominasi Sejak Set Pertama
Kostyuk langsung tampil agresif sejak awal laga. Kombinasi servis kuat dan forehand tajam membuatnya mendikte permainan. Ia mencatat 89 persen kemenangan poin dari servis pertama di set pembuka.
Sebaliknya, Andreeva kesulitan mengimbangi tempo permainan lawannya. Petenis 19 tahun itu hanya mampu mencetak sedikit winner dan tertinggal cepat sebelum akhirnya menyerah 3-6 di set pertama.
Memasuki set kedua, Andreeva mulai bangkit. Ia sempat unggul 3-1 dan tampil lebih stabil dalam reli panjang. Bahkan, ia memperoleh peluang set point saat unggul 5-4.
Namun, mentalitas Kostyuk berbicara. Ia menyelamatkan dua set point—termasuk lewat ace krusial—sebelum membalikkan keadaan menjadi 5-5. Momentum itu dimanfaatkan maksimal dengan merebut break penting dan menutup laga di game berikutnya.
“Saya hanya mencoba terus menekan dan tetap pada rencana permainan,” tambah Kostyuk.
Catatan Impresif Kostyuk
Gelar di Madrid memperpanjang rekor impresif Kostyuk di musim 2026. Ia kini mencatat: 17 kemenangan dari 21 pertandingan musim ini dan 11 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat, dan naik ke peringkat 15 dunia (tertinggi sepanjang karier).
Menariknya, ini menjadi gelar Madrid pertama bagi petenis Ukraina sejak turnamen digelar pada 2009.
Baca Juga: Mirra Andreeva Bangkit Dramatis di Madrid Open 2026: Selamatkan 3 Set Point, Tembus Final WTA 1000
Andreeva Tetap Bersinar
Meski kalah, Andreeva tetap menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Ia mencapai final WTA 1000 ketiganya dan diproyeksikan naik ke peringkat 7 dunia.
“Setiap kekalahan terasa sangat menyakitkan bagi saya,” ujar Andreeva. “Tapi saya akan belajar dari ini,” tegasnya.
Andreeva masih berpeluang meraih gelar di nomor ganda saat berpasangan dengan Diana Shnaider.
Editor : Rury Anjas Andita