LombokPost - Petenis Ukraina Elina Svitolina sukses menciptakan kejutan besar di Internazionali BNL d’Italia 2026 setelah menumbangkan juara tiga kali Iga Swiatek dalam duel sengit semifinal, Jumat dini hari WIB.
Dalam laga yang berlangsung hingga lewat tengah malam di Foro Italico, Svitolina menang 6-2, 4-6, 6-2 untuk memastikan tiket ke final Roma ketiganya sepanjang karier.
Kemenangan ini terasa spesial bagi mantan petenis nomor tiga dunia tersebut. Pasalnya, terakhir kali ia tampil di final Roma terjadi pada 2018 saat meraih gelar kedua beruntun di turnamen WTA 1000 tersebut.
“Rasanya luar biasa bisa kembali ke final setelah sekian lama,” ujar Svitolina usai pertandingan. “Sangat spesial bisa melakukannya dengan cara seperti ini,” tambahnya.
Keberhasilan Svitolina tak lepas dari ketangguhannya saat menghadapi tekanan. Ia mampu menyelamatkan 11 dari 16 break point yang didapat Swiatek, termasuk seluruh break point di set ketiga.
Statistik itu mempertegas solidnya permainan Svitolina sepanjang turnamen. Dalam dua laga terakhir saja, ia sudah menghadapi 59 break point dan berhasil menyelamatkan 44 di antaranya — terbanyak di WTA musim ini di luar Grand Slam dan kompetisi beregu.
Baca Juga: Jannik Sinner Melesat di Roma! Tundukkan Sebastian Ofner, Rekor Roger Federer Kini Dalam Jangkauan
Sebaliknya, Swiatek justru tampil kurang konsisten. Petenis Polandia itu melakukan 50 unforced error sepanjang pertandingan dan gagal menjaga momentum setelah sempat bangkit di set kedua.
Kekalahan ini menambah catatan negatif Swiatek dalam duel tiga set melawan pemain Top 10. Ia kini kalah dalam enam pertandingan tiga set terakhir kontra pemain elite dunia.
Menariknya, ini menjadi kemenangan kedua Svitolina atas Swiatek musim ini setelah sebelumnya juga menang di Indian Wells pada bulan Maret. Di partai final nanti, Svitolina akan menghadapi Coco Gauff yang lebih dulu memastikan tiket final.
Pertemuan ini diprediksi berlangsung panas. Selain sama-sama memburu gelar WTA 1000 pertama musim ini, keduanya juga sudah saling mengalahkan pada 2026.
Svitolina tercatat unggul 3-2 dalam head-to-head melawan Gauff, termasuk kemenangan di Australian Open dan Dubai musim ini.
“Saya pasti punya rencana permainan melawan Coco,” kata Svitolina. “Kami sudah sering bertemu, jadi tidak ada kejutan lagi. Sekarang saya ingin menikmati kemenangan ini dulu sebelum fokus ke final,” lanjutnya.
Final Roma 2026 juga menghadirkan fakta unik. Selisih usia antara Svitolina dan Gauff mencapai 9 tahun 182 hari — terbesar di final Roma sejak duel legendaris Martina Navratilova kontra Monica Seles pada 1990.
Editor : Rury Anjas Andita