LombokPost – Elina Svitolina harus berjuang habis-habisan untuk lolos dari babak pertama Roland Garros 2026. Petenis Ukraina itu mengalahkan Anna Bondar lewat pertarungan dramatis tiga set 3-6, 6-1, 7-6 (10-3), Senin (26/5).
Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 26 menit di Court Suzanne-Lenglen tersebut langsung disebut Svitolina sebagai salah satu laga babak pertama tersulit dalam kariernya.
“Pasti masuk tiga besar,” ujar Svitolina ketika ditanya mengenai tingkat kesulitan pertandingan tersebut.
Menurut petenis peringkat tujuh dunia itu, cuaca panas, tekanan pertandingan, dan permainan agresif Bondar membuat duel berlangsung sangat menguras energi.
“Saya harus membawa kepercayaan diri dari Roma untuk terus berjuang dan meningkatkan permainan,” katanya.
Kemenangan ini sekaligus menghentikan tiga kekalahan beruntun Svitolina dari Bondar dalam persaingan unik yang mulai sering terjadi di WTA Tour.
Baca Juga: Novak Djokovic Lolos dari Tekanan di Roland Garros 2026, Langsung Bicara soal Kondisi Fisik
Dalam setahun terakhir, keduanya sudah bertemu lima kali, termasuk empat kali di turnamen Grand Slam. Meski peringkat mereka terpaut jauh, Bondar terbukti kerap merepotkan Svitolina di panggung besar.
Di Paris kali ini, Bondar kembali memulai laga dengan agresif dan merebut set pertama lewat permainan backhand keras yang berkali-kali memaksa Svitolina bertahan.
Namun Svitolina perlahan menemukan ritme permainan terbaiknya di set kedua. Petenis Ukraina itu sukses menyelamatkan lima break point penting dan mulai mendominasi reli panjang.
Baca Juga: Alexander Zverev Mulai Garang di Roland Garros 2026, Benjamin Bonzi Dibabat Tiga Set
Svitolina menutup set kedua dengan kemenangan meyakinkan 6-1 sambil menunjukkan kualitas permainan menyerang yang jauh lebih stabil. Memasuki set penentuan, pertandingan berubah menjadi drama penuh tekanan.
Svitolina sempat terlihat berada di atas angin saat unggul 5-3 dan mendapat kesempatan melakukan servis untuk memenangkan pertandingan. Namun Bondar tiba-tiba bangkit luar biasa dengan memenangi 12 dari 13 poin berikutnya untuk membalikkan keadaan menjadi 6-5.
Situasi itu membuat tekanan sepenuhnya berada di pihak Svitolina. Beruntung, semifinalis Wimbledon tersebut mampu menjaga ketenangan. Ia mempertahankan servis tanpa kehilangan poin untuk memaksa super tiebreak 10 poin.
Di momen itulah pengalaman Svitolina berbicara. Ia tampil dominan dalam tiebreak dan menutup pertandingan dengan kemenangan 10-3 setelah menciptakan tujuh match point.
Baca Juga: Tangis Marta Kostyuk di Roland Garros 2026, Tetap Menang Meski Dihantui Kabar Rudal di Ukraina
“Di level tertinggi semuanya ditentukan detail kecil. Anda harus tetap tenang dan kuat dalam situasi seperti ini,” ujar Svitolina.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan impresif Svitolina di Roland Garros dengan selalu lolos ke babak kedua dalam 13 penampilannya di Paris. Pada putaran berikutnya, Svitolina akan menghadapi debutan Grand Slam asal Amerika Serikat, Kaitlin Quevedo.
Editor : Rury Anjas Andita