LombokPost – Roland Garros 2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Juara bertahan Coco Gauff harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat setelah dikalahkan Anastasia Potapova dalam pertarungan tiga set yang dramatis pada babak ketiga, Sabtu (30/5) waktu setempat atau Minggu (31/5) WIB.
Unggulan ke-28 asal Rusia itu tampil penuh determinasi untuk menumbangkan Gauff dengan skor 4-6, 7-6 (1), 6-4 dalam laga yang berlangsung selama 2 jam 39 menit.
Kemenangan ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam karier Potapova sekaligus mengakhiri harapan Gauff mempertahankan gelar Roland Garros yang diraihnya musim lalu.
Baca Juga: Duel Panas Roland Garros 2026: Marta Kostyuk yang Sedang On Fire Ditantang Ratu Paris Iga Swiatek
“Coco adalah seorang juara sejati. Saya sangat menghormatinya. Saya bangga karena mampu bertahan dan terus berjuang hingga poin terakhir,” ujar Potapova usai pertandingan.
Pertandingan sempat mengarah ke kemenangan Gauff setelah petenis Amerika Serikat itu merebut set pertama 6-4.
Potapova sebenarnya memiliki peluang besar saat unggul 4-2 dan nyaris menciptakan double break. Namun Gauff menunjukkan mental juaranya dengan menyelamatkan servis dalam game panjang yang berlangsung hampir tujuh menit.
Baca Juga: Jannik Sinner Ngaku ‘Mentok’ saat Tersingkir di Roland Garros 2026
Momentum sempat berpihak kepada Gauff yang kemudian menyapu empat game beruntun untuk mengamankan set pembuka.
Namun Potapova tidak menyerah. Memasuki set kedua, petenis berusia 24 tahun itu langsung mengambil inisiatif dengan merebut dua break servis lebih dulu. Meski sempat kehilangan keunggulan, Potapova tetap tenang dan berhasil memaksakan tie-break.
Di momen krusial tersebut, Gauff justru tampil di bawah performa terbaiknya. Potapova memanfaatkan situasi dengan dominasi penuh untuk menang 7-1 dalam tie-break dan memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Baca Juga: Jannik Sinner Tersingkir Dramatis di Roland Garros 2026, Cerundolo Menang Lima Set
Set penentuan berjalan ketat. Gauff sempat terlihat akan mengambil alih kendali pertandingan setelah unggul 3-1. Namun seperti yang terjadi sepanjang laga, Potapova kembali menunjukkan ketangguhannya.
Ia berhasil merebut lima dari enam game terakhir dan mematahkan servis Gauff untuk ketujuh kalinya dalam pertandingan tersebut. Momentum itu cukup untuk mengunci kemenangan sekaligus memastikan langkah ke babak keempat.
Statistik menunjukkan agresivitas Potapova menjadi pembeda utama. Ia mencatatkan 29 winner sepanjang pertandingan, termasuk 16 winner dari sisi backhand yang terus merepotkan Gauff.
Usai pertandingan, Gauff mengakui dirinya kembali mengalami masalah yang sama seperti saat kalah di final Roma dan tersingkir di Madrid beberapa pekan lalu.
“Saya merasa kalah dengan pola yang hampir sama seperti di Roma dan Madrid. Saya tetap berjuang, tetapi saya tidak bermain seperti yang saya inginkan pada momen-momen penting,” kata Gauff.
Meski demikian, petenis berusia 22 tahun itu menegaskan status sebagai juara bertahan tidak terlalu membebani mentalnya selama tampil di Paris.
“Saya tidak terlalu memikirkan status juara bertahan. Tekanan yang saya rasakan saat mempertahankan gelar US Open tahun lalu jauh lebih besar dibandingkan di sini,” ujarnya.
Baca Juga: Kejutan Besar Roland Garros 2026! Elena Rybakina Tersingkir Dramatis oleh Yulia Starodubtseva
Berkat kemenangan prestisius ini, Potapova melangkah ke babak keempat Roland Garros dan akan menghadapi unggulan ke-22 Anna Kalinskaya dalam perebutan tiket perempat final.
Potapova menyebut kemenangan atas Gauff sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
“Ini pasti masuk tiga kemenangan terbaik dalam karier saya. Atmosfer di stadion luar biasa dan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya.
Editor : Rury Anjas Andita