Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aryna Sabalenka Kolaps di Roland Garros 2026, Diana Shnaider Menang 10 Gim Beruntun dan Cetak Kejutan Besar

Rury Anjas Andita • Kamis, 4 Juni 2026 | 00:24 WIB
Aryna Sabalenka tersingkir dari Roland Garros 2026 setelah kalah dari Diana Shnaider yang menang 10 gim beruntun di perempat final. (Foto AFP)
Aryna Sabalenka tersingkir dari Roland Garros 2026 setelah kalah dari Diana Shnaider yang menang 10 gim beruntun di perempat final. (Foto AFP)

LombokPost – Kejutan terbesar sektor putri Roland Garros 2026 akhirnya terjadi. Aryna Sabalenka yang tampil sebagai unggulan pertama dan petenis nomor satu dunia harus angkat koper setelah dikalahkan Diana Shnaider dalam laga dramatis perempat final.

Aryna Sabalenka kalah dari Diana Shnaider dengan skor 6-3, 5-7, 0-6 di Lapangan Philippe-Chatrier, Rabu (3/6). Kekalahan ini sekaligus mengubur impian Aryna Sabalenka untuk meraih gelar Roland Garros pertamanya.

Lebih mengejutkan lagi, Aryna Sabalenka kehilangan sepuluh gim terakhir secara beruntun setelah sempat mengendalikan jalannya pertandingan.

Baca Juga: Aryna Sabalenka Kembali Jinakkan Naomi Osaka, Melaju ke Perempat Final Roland Garros 2026 dengan Rekor Mentereng

Kemenangan sensasional Diana Shnaider memastikan Roland Garros 2026 akan melahirkan juara Grand Slam baru di sektor putri.

“Sejujurnya saya tidak bisa berkata-kata,” ujar Diana Shnaider seusai pertandingan. “Kondisinya sangat sulit karena angin kencang. Ini juga pertama kalinya saya menghadapi Aryna Sabalenka dan saya sangat gugup bermain di perempat final Grand Slam,” tambah petenis berusia 22 tahun tersebut.

Aryna Sabalenka Sempat Dominan, Lalu Kehilangan Kendali

Pada awal pertandingan, Aryna Sabalenka tampil seperti biasanya. Petenis Belarus itu mendikte permainan dengan pukulan-pukulan keras dan berhasil mengamankan set pertama 6-3.

Baca Juga: Drama 2 Jam 49 Menit! Anna Kalinskaya Singkirkan Anastasia Potapova dan Ukir Sejarah di Roland Garros

Aryna Sabalenka bahkan sempat unggul dua break di set kedua dan berada dalam posisi ideal untuk menuntaskan pertandingan.

Namun Diana Shnaider perlahan menemukan ritme permainan. Petenis kidal asal Rusia itu mulai mampu mengatasi tekanan dan memanfaatkan kondisi lapangan yang berangin.

Saat Aryna Sabalenka melakukan servis pada kedudukan 5-4 di set kedua, Diana Shnaider hanya berjarak dua poin dari kekalahan. Tetapi momentum berubah total.

Diana Shnaider berhasil merebut set kedua 7-5 dan sejak saat itu pertandingan sepenuhnya menjadi miliknya.

“Saya merasa pada set pertama hanya mencoba beradaptasi dengan permainannya dan kondisi lapangan,” kata Diana Shnaider.

“Di set ketiga saya akhirnya menemukan pola permainan yang tepat, kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang,” lanjutnya.

Baca Juga: Alexander Zverev Tak Terbendung di Roland Garros, Tembus Perempat Final dan Ditantang Sensasi Remaja Rafael Jodar

Diana Shnaider saat melawan Aryna Sabalenka di babak perempat final Roland Garros 2026. (Foto AFP)
Diana Shnaider saat melawan Aryna Sabalenka di babak perempat final Roland Garros 2026. (Foto AFP)

Diana Shnaider Menang 10 Gim Beruntun

Momen paling mencolok dalam pertandingan ini terjadi ketika Diana Shnaider memenangi sepuluh gim berturut-turut.

Dari posisi tertinggal satu set dan skor 3-5 di set kedua, Diana Shnaider berbalik mendominasi hingga unggul 5-0 pada set ketiga.

Aryna Sabalenka terlihat frustrasi dan kehilangan kontrol permainan. Kesalahan demi kesalahan mulai muncul dari raket petenis nomor satu dunia tersebut.

Baca Juga: Mirra Andreeva Makin Ganas di Paris, Hentikan Kebangkitan Jil Teichmann dan Cetak Rekor Perempat Final Roland Garros

“Saya pikir semuanya bercampur menjadi satu,” ujar Aryna Sabalenka. “Anda mulai terlalu banyak berpikir, membuat kesalahan mudah, kehilangan peluang, lalu lawan semakin percaya diri dan bermain lebih bebas,” katanya.

Sabalenka mengakui dirinya mengalami masalah mental ketika pertandingan berbalik arah.

“Saya seperti terjebak dalam lubang gelap yang sangat dalam secara mental dan tidak bisa kembali ke jalur yang benar,” ungkap Aryna Sabalenka.

Semifinal Grand Slam Pertama untuk Diana Shnaider

Kemenangan atas Aryna Sabalenka menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Diana Shnaider.

Ini merupakan kemenangan pertama Diana Shnaider atas petenis peringkat satu dunia sekaligus tiket menuju semifinal Grand Slam pertamanya.

Di semifinal Roland Garros 2026, Diana Shnaider akan menghadapi Maja Chwalinska yang juga mencuri perhatian setelah melaju dari babak kualifikasi.

Baca Juga: Duel Sesama Ukraina di Perempat Final Roland Garros, Elina Svitolina Bangkit dan Tantang Marta Kostyuk

Dengan tersingkirnya Aryna Sabalenka, Roland Garros 2026 dipastikan menghadirkan juara Grand Slam baru di sektor putri.

Editor : Rury Anjas Andita
#Roland Garros 2026 #diana shnaider #hasil perempat final roland garros #grand slam #Aryna Sabalenka