LombokPost – Semifinal Roland Garros 2026 menghadirkan pertarungan lintas generasi yang menarik. Alexander Zverev akan menghadapi Jakub Mensik dalam duel perebutan satu tempat di final yang dijadwalkan berlangsung Minggu mendatang.
Bagi Zverev, laga ini menjadi kesempatan emas untuk semakin dekat dengan impian meraih gelar Grand Slam pertama sepanjang kariernya. Sementara bagi Mensik, semifinal ini menjadi pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya yang terus menanjak.
Petenis Jerman berusia 29 tahun itu datang sebagai salah satu favorit utama juara setelah sejumlah unggulan besar tumbang lebih awal di Paris. Di sisi lain, Mensik tampil sebagai kuda hitam yang sukses mencuri perhatian sepanjang turnamen.
Langkah Jakub Mensik menuju semifinal jauh dari kata mudah. Petenis Republik Ceko berusia 20 tahun itu harus melewati serangkaian pertandingan melelahkan yang menguji batas fisik dan mentalnya.
Di babak kedua, Mensik nyaris tersingkir saat menghadapi Mariano Navone. Ia harus bertarung hampir lima jam di bawah cuaca panas sebelum akhirnya menang. Bahkan setelah pertandingan berakhir, Mensik sempat kolaps akibat kelelahan dan harus mendapat bantuan tim medis.
Namun pengalaman tersebut justru menjadi titik balik. "Pertandingan itu menunjukkan bahwa batas kemampuan saya ternyata lebih jauh dari yang saya bayangkan," ungkap Mensik.
Perjalanan sulit berlanjut ketika ia menghadapi Andrey Rublev di babak keempat. Meski sempat unggul dua set, Mensik harus berjuang keras menghadapi kebangkitan lawannya sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Puncaknya terjadi di perempat final saat ia menyingkirkan sensasi Brasil, Joao Fonseca, dalam duel berkualitas tinggi yang berlangsung sengit hingga penghujung pertandingan.
Sementara itu, Alexander Zverev kembali menunjukkan konsistensinya di Roland Garros. Finalis edisi 2024 tersebut kini hanya berjarak dua kemenangan dari trofi Grand Slam yang selama ini menjadi target utama kariernya.
Baca Juga: Marta Kostyuk Cetak Sejarah di Roland Garros 2026, Singkirkan Elina Svitolina
Meski telah mengoleksi 24 gelar ATP dan medali emas Olimpiade, Zverev masih belum berhasil meraih gelar Grand Slam.
Tiga kesempatan sebelumnya berakhir pahit. Ia kalah dari Dominic Thiem di final US Open, kemudian ditundukkan Jannik Sinner di Australian Open, dan terakhir gagal mengangkat trofi Roland Garros setelah dikalahkan Carlos Alcaraz.
Kini situasi terlihat berbeda. Sejumlah rival utama telah tersingkir dan Zverev menjadi kandidat terkuat untuk merebut gelar di Paris. Namun petenis peringkat tiga dunia itu memilih tetap fokus.
"Bagi saya sederhana. Saya harus percaya pada permainan saya dan percaya pada diri sendiri. Jika saya bermain baik, itu sudah menyelesaikan 99 persen pekerjaan," kata Zverev.
Baca Juga: Mirra Andreeva Menggila di Roland Garros, Libas Sorana Cirstea 56 Menit dan Kunci Tiket Semifinal
Menjelang semifinal, Zverev memiliki modal psikologis yang cukup baik. Ia pernah mengalahkan Mensik dalam dua set langsung pada turnamen Madrid beberapa pekan lalu.
Meski demikian, Mensik menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi salah satu pemain paling berpengalaman di ATP Tour. "Saya selalu bermimpi bermain di pertandingan besar Grand Slam. Saya akan menikmati momen ini dan mencoba memberikan yang terbaik," ujar Mensik.
Editor : Rury Anjas Andita