LombokPost– Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya di Grand Slam setelah menyingkirkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, pada babak pertama Wimbledon 2026, Senin (29/6).
Janice tampil luar biasa untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan dua set langsung 6-1, 7-6(3) dalam waktu 1 jam 29 menit. Hasil ini memastikan wakil Indonesia tersebut melaju ke babak kedua sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar pada hari pertama Wimbledon.
Janice langsung mengambil alih permainan sejak gim pembuka. Petenis berusia 24 tahun itu tiga kali mematahkan servis Fernandez pada set pertama untuk melesat unggul 5-1 sebelum menutup set dengan skor telak 6-1.
Permainan agresif Janice membuat finalis US Open 2021 tersebut kesulitan mengembangkan permainan dan dipaksa terus berada dalam tekanan.
Memasuki set kedua, Fernandez mencoba bangkit dan pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Kedua pemain saling mempertahankan servis hingga skor imbang 6-6 sehingga pertandingan harus ditentukan lewat tiebreak.
Di momen penentuan, Janice tampil lebih tenang dan efektif. Ia menguasai jalannya tiebreak sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 7-3 sekaligus memastikan tiket ke babak kedua Wimbledon.
Baca Juga: Comeback Serena Williams di Wimbledon Dimulai! Hadapi Maya Joint, Jalur Berat Sudah Menanti
Kemenangan Janice tidak hanya ditentukan oleh keberanian menyerang, tetapi juga efisiensi dalam setiap aspek permainan. Berdasarkan statistik resmi WTA, Janice membukukan performa yang lebih solid dibanding Fernandez.
Beberapa statistik kunci pertandingan:
- 6 ace, lebih banyak daripada Fernandez yang mencatat lima ace.
- Tanpa double fault, sedangkan Fernandez melakukan tiga double fault.
- Persentase servis pertama mencapai 76 persen, jauh lebih baik dibanding Fernandez yang hanya 63,4 persen.
- Memenangi 78,9 persen poin servis pertama, berbanding 62,2 persen milik Fernandez.
Baca Juga: Undian Wimbledon 2026: Novak Djokovic dan Jannik Sinner Satu Jalur, Duel Semifinal Impian Berpeluang Terjadi
- Menyelamatkan satu-satunya break point yang dihadapi (100 persen).
- Mengonversi tiga dari sembilan peluang break point, sementara Fernandez gagal memanfaatkan satu-satunya peluang break yang dimiliki.
- Memenangi 71 dari total 121 poin pertandingan, atau sekitar 58,7 persen dari keseluruhan poin.
Baca Juga: Jannik Sinner dan Novak Djokovic Latihan Bareng di Wimbledon, Isyarat Duel Besar Kembali Menghangat
Kemenangan ini juga memperpanjang dominasi Janice atas Fernandez sepanjang musim 2026. Sebelumnya, Janice telah mengalahkan petenis Kanada tersebut di Australian Open dan WTA 1000 Dubai.
Dengan hasil di Wimbledon, Janice kini menyapu bersih tiga pertemuan melawan Fernandez musim ini tanpa pernah kalah satu set.
Editor : Rury Anjas Andita