LombokPost – Coco Gauff akhirnya mencatat sejarah baru dalam kariernya. Petenis Amerika Serikat itu sukses melaju ke semifinal Wimbledon 2026 untuk pertama kalinya setelah bangkit mengalahkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 pada babak perempat final, Selasa (7/7).
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Coco Gauff. Selain memastikan tiket ke semifinal Wimbledon, juara Grand Slam dua kali tersebut kini menjadi pemain aktif ketujuh yang mampu mencapai semifinal atau lebih baik di keempat turnamen Grand Slam sepanjang kariernya.
Perjalanan Coco Gauff di Wimbledon 2026 juga terbilang luar biasa. Dari lima pertandingan yang dijalani, empat di antaranya harus diselesaikan melalui tiga set. Sebelumnya, Gauff juga bangkit dari ketertinggalan saat menyingkirkan Belinda Bencic pada babak keempat.
Baca Juga: Alexandra Eala Singkirkan Juara Bertahan Iga Swiatek, Lolos ke 16 Besar Wimbledon untuk Kali Pertama
"Saya merasa perjalanan di Wimbledon tahun ini benar-benar gila," ujar Gauff seusai pertandingan.
Ia mengaku sangat puas dengan performanya mengingat sebelum turnamen dimulai dirinya datang dengan modal yang kurang meyakinkan di lapangan rumput.
"Saya bahkan tidak memenangkan satu pertandingan pun di lapangan rumput selama dua tahun sebelum turnamen ini. Karena itu saya sangat senang dengan permainan saya hari ini," kata Gauff.
Baca Juga: Lolos dari Ujian Jelena Ostapenko, Aryna Sabalenka Ditantang Naomi Osaka di Babak 16 Besar Wimbledon
Menurutnya, menghadapi Jessica Pegula bukan perkara mudah. Selain merupakan teman dekat, Pegula juga menjadi salah satu petenis Amerika paling konsisten dalam dua musim terakhir.
"Jess adalah lawan yang luar biasa dan juga pribadi yang hebat. Bermain melawannya selalu sulit," tambah petenis berusia 22 tahun tersebut.
Pegula Sempat Menguasai Pertandingan
Jessica Pegula sebenarnya tampil lebih meyakinkan pada awal pertandingan. Unggulan asal Amerika itu membuka laga dengan langsung mematahkan servis Gauff setelah tertinggal 0-40 pada game pertama.
Pegula kembali merebut break pada kedudukan 3-3 sebelum menutup set pertama dengan kemenangan 6-4.
Namun, momentum berubah total memasuki set kedua. Coco Gauff mulai menemukan ritme permainan dan meningkatkan akurasi pukulan dari baseline. Ia memenangi tiga game terakhir set kedua untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Pada set ketiga, Gauff langsung mengambil inisiatif permainan. Meski Pegula sempat mempertahankan servis di awal set, ia tak lagi mampu mengambil alih keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Peluang Pegula Terbuang Sia-Sia
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Jessica Pegula karena sebenarnya ia memiliki banyak peluang untuk mengubah jalannya pertandingan.
Pegula memperoleh dua break point pada game servis pertama Gauff di set kedua, satu break point lagi saat skor 1-1, serta peluang tambahan pada awal set ketiga. Namun seluruh kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan.
Ia juga beberapa kali berada dalam posisi menguntungkan ketika Gauff melakukan servis, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi break penting.
Akibat kekalahan tersebut, Pegula kini memiliki catatan kurang memuaskan di Grand Slam dengan rekor 3 kemenangan dan 7 kekalahan pada babak perempat final.
Editor : Rury Anjas Andita