LombokPost – Linda Noskova resmi mencatatkan namanya dalam sejarah tenis dunia. Petenis Republik Ceko berusia 21 tahun itu sukses menjuarai Wimbledon 2026 setelah mengalahkan kompatriotnya, Karolina Muchova, dengan skor 6-2, 5-7, 6-3 pada partai final di Centre Court, Sabtu (12/7) waktu setempat.
Gelar ini menjadi trofi Grand Slam pertama dalam karier Noskova sekaligus gelar Wimbledon pertamanya. Ia pun menjadi juara Wimbledon termuda dalam 15 tahun terakhir, sejak idolanya sekaligus legenda tenis Ceko, Petra Kvitova, memenangkan gelar perdana di All England Club pada 2011.
Kesuksesan tersebut juga mengantar Noskova naik ke peringkat ketujuh dunia, posisi tertinggi sepanjang kariernya di ranking WTA.
"Ini adalah momen yang akan selalu saya ingat. Bahkan saat match point terakhir, saya tidak sadar bahwa itu adalah championship point. Saya hanya terus bermain seperti biasa," ujar Noskova usai pertandingan.
Final Sesama Petenis Ceko Berlangsung Dramatis
Final Wimbledon 2026 menghadirkan sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir, partai puncak tunggal putri mempertemukan dua petenis dari negara yang sama.
Pertandingan antara Noskova dan Muchova juga menjadi final sesama pemain Ceko pertama di Wimbledon sekaligus menegaskan dominasi tenis putri negara tersebut di panggung Grand Slam.
Baca Juga: Karolina Muchova Selamatkan Match Point, Singkirkan Coco Gauff dan Lolos ke Final Wimbledon
Sejak awal laga, Noskova tampil agresif. Dua kali mematahkan servis Muchova membuat set pertama berakhir cepat dengan skor 6-2 hanya dalam 31 menit. Namun Muchova menunjukkan mental luar biasa di set kedua.
Saat tertinggal 2-5 dan menghadapi tiga championship point, ia berhasil menyelamatkan semuanya. Bahkan, Muchova membalikkan momentum dengan merebut lima game beruntun untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Bangkit Setelah Kehilangan Lima Championship Point
Momentum sempat berpindah ke kubu Muchova. Dukungan penuh penonton Centre Court membuat petenis berusia 29 tahun itu tampil semakin percaya diri.
Noskova memilih keluar lapangan sejenak sebelum set penentuan dimulai. Keputusan sederhana itu justru menjadi titik balik.
"Saya pergi ke kamar mandi, membasuh wajah dengan air dingin dan mencoba memulai semuanya dari nol," kata Noskova. "Saat berjalan keluar, saya melihat trofi Wimbledon. Saya berkata kepada diri sendiri, saya datang ke sini untuk membawa pulang trofi besar itu," sambungnya.
Baca Juga: Marta Kostyuk Ukir Sejarah di Wimbledon 2026, Tinggal Selangkah Lagi Bawa Ukraina ke Final Pertama
Semangat baru tersebut langsung terlihat. Noskova merebut break lebih dulu di set ketiga dan kali ini tidak memberi kesempatan Muchova bangkit lagi.
Pada championship point keenam, ia akhirnya memastikan kemenangan sebelum menjatuhkan diri di rumput Centre Court merayakan gelar terbesar sepanjang kariernya.
Muchova Gagal di Final Grand Slam Kedua
Karolina Muchova kembali harus puas sebagai runner-up Grand Slam. Setelah kalah di final Roland Garros 2023, petenis Ceko itu kembali gagal mengangkat trofi mayor meski memperlihatkan salah satu comeback terbaik dalam sejarah final Wimbledon.
Muchova bahkan mampu menyelamatkan lima championship point, rekor terbanyak dalam final Grand Slam era modern. Meski kecewa, ia tetap memberikan penghormatan kepada lawannya.
"Sulit menemukan kata-kata. Selamat untuk Linda. Dia bermain luar biasa dan benar-benar pantas menjadi juara," ujar Muchova.
Noskova Cetak Sejumlah Rekor Bersejarah
Keberhasilan Noskova tidak hanya menghadirkan gelar Grand Slam pertama, tetapi juga sederet catatan istimewa.
Ia menjadi: juara Wimbledon termuda sejak Petra Kvitova (2011), petenis Ceko kelima yang menjuarai Grand Slam tunggal, pemain pertama sejak Maria Sharapova (2004) yang berhasil menjuarai turnamen pemanasan lapangan rumput sekaligus Wimbledon pada musim yang sama, dan petenis dengan kemenangan terbanyak di lapangan rumput sejak awal musim lalu, yakni 20 kemenangan.
Prestasi itu sekaligus mempertegas status Noskova sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di WTA Tour.