LombokPost – Jannik Sinner kembali membuktikan dirinya sebagai raja baru lapangan rumput. Petenis nomor satu dunia itu sukses mempertahankan gelar Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Alexander Zverev dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di Centre Court, Minggu (13/7) waktu setempat.
Sinner menang dengan skor 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 dalam duel berdurasi tiga jam 46 menit. Gelar ini menjadi trofi Wimbledon kedua secara beruntun sekaligus gelar Grand Slam kelima sepanjang karier petenis Italia berusia 24 tahun tersebut.
Keberhasilan itu sekaligus menjadikan Sinner sebagai pemain ke-10 dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon, mempertegas dominasinya di level tertinggi tenis dunia.
"Ini adalah final yang luar biasa. Saya dan tim mempersiapkan diri dengan sangat baik. Bermain di final Wimbledon selalu istimewa dan saya sangat bahagia bisa kembali menang di sini," ujar Sinner seusai pertandingan.
Bangkit Setelah Kehilangan Set Pertama
Final berlangsung ketat sejak awal. Alexander Zverev tampil agresif dengan servis keras dan permainan menyerang yang membuat Sinner kesulitan mengembangkan ritme permainan.
Set pertama harus ditentukan lewat tie-break. Zverev berhasil memanfaatkannya untuk unggul 7-6(7), sekaligus memutus rekor 14 set kemenangan beruntun Sinner atas dirinya.
Namun momentum berubah pada set kedua. Sinner tampil jauh lebih tenang ketika memasuki tie-break dan langsung melesat unggul 4-0 sebelum menutup set dengan kemenangan 7-6(2).
Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat kepercayaan diri Sinner meningkat drastis.
Servis Solid Jadi Pembeda
Memasuki set ketiga dan keempat, kualitas permainan Sinner semakin terlihat. Ia tampil sangat disiplin dari baseline, bergerak cepat menutup sudut lapangan, sekaligus memanfaatkan setiap celah yang diberikan Zverev.
Break servis pertama akhirnya hadir pada game kedelapan set ketiga setelah Zverev melakukan kesalahan forehand. Keunggulan tersebut cukup membawa Sinner menutup set 6-3.
Situasi serupa kembali terjadi di set keempat. Dalam game ketujuh yang berlangsung alot, Sinner akhirnya merebut break penting sebelum mengunci kemenangan melalui servis yang nyaris tanpa cela.
Baca Juga: Karolina Muchova Selamatkan Match Point, Singkirkan Coco Gauff dan Lolos ke Final Wimbledon
Sepanjang pertandingan, Sinner hanya menghadapi satu break point dan berhasil menggagalkannya. Ia juga mencatatkan 58 winner, menjadi bukti dominasi permainannya sepanjang final.
Usai memastikan kemenangan, Sinner langsung menjatuhkan diri di rumput Centre Court sebelum merayakan keberhasilan bersama timnya.
Gelar Grand Slam Kelima
Kemenangan di Wimbledon mengakhiri penantian Sinner meraih gelar Grand Slam pertama pada musim 2026.
Baca Juga: Jannik Sinner vs Novak Djokovic di Semifinal Wimbledon 2026, Duel Balas Dendam Penentu Tiket Final
Sebelumnya, langkahnya sempat terhenti lebih cepat di Roland Garros. Namun, ia mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaik ketika memasuki fase akhir Wimbledon.
Gelar ini juga menjadi trofi keenam Sinner sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya menyapu bersih rangkaian turnamen ATP Masters 1000 dan menuntaskan Career Golden Masters di Roma.
Sinner kini memiliki rekor 5-2 di final Grand Slam, sekaligus memperpanjang dominasinya atas Zverev menjadi 11 kemenangan dari 15 pertemuan, termasuk memenangi 10 duel terakhir secara beruntun.
Zverev Gagal Menambah Gelar Mayor
Di sisi lain, Alexander Zverev harus menunda impiannya meraih gelar Wimbledon perdana.
Meski kalah, petenis Jerman itu tetap mencatat pencapaian bersejarah dengan menembus final Wimbledon pertama dalam kariernya setelah sebelumnya tak pernah melewati perempat final.
Baca Juga: Marta Kostyuk Ukir Sejarah di Wimbledon 2026, Tinggal Selangkah Lagi Bawa Ukraina ke Final Pertama
"Selamat kepada Jannik. Dia sekali lagi menunjukkan mengapa dirinya adalah pemain terbaik di dunia saat ini," ujar Zverev.
Meski gagal membawa pulang trofi, Zverev dipastikan naik ke peringkat dua dunia usai turnamen berakhir dan tetap menjaga peluang bersaing memperebutkan posisi nomor satu ATP musim ini.
Editor : Rury Anjas Andita