Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lima Daya Tarik Utama Surga Pariwisata di Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur

Hamdani Wathoni • Senin, 12 Mei 2025 | 17:43 WIB
TAWARKAN SUASANA ASRI: Sejumlah penginapan di tengah sawah Desa Wisata Tetebatu menawarkan suasana alam yang sejuk dan menenangkan.
TAWARKAN SUASANA ASRI: Sejumlah penginapan di tengah sawah Desa Wisata Tetebatu menawarkan suasana alam yang sejuk dan menenangkan.

LombokPost-Desa Wisata Tetebatu merupakan salah satu destinasi wisata tertua yang ada di Pulau Lombok.

Tetebatu jauh lebih dulu dikenal wisatawan mancanegara sebelum Senggigi di Lombok Barat atau Gili Trawangan di Lombok Utara.

Ada beberapa hal yang menjadi daya tarik utama Desa Wisata Tetabatu.

Berikut lima diantaranya yang membuat desa wisata ini masih tetap ramai dikunjungi wisatawan sampai saat ini dilansir dari laman Kemenparekraf RI.

1. Berada di kaki Rinjani dan menjadi jalur pendakian Gunung Sangkareang.

Desa Tetebatu terletak di selatan Gunung Rinjani dengan ketinggian 700 MDPL.

Desa ini merupakan salah satu Desa yang mewakili Indonesia di ajang World Best Tourism Village UNWTO 2021.

Di Desa wisata Tetebatu banyak trekking organizer yang menyediakan paket wisata pendakian Gunung Rinjani dan Gunung Sangkareang melalui Tetebatu yang telah lama berlangsung menjadi minat khusus pendaki seluruh dunia.

Dari jalur pendakian ini, pendaki bisa melihat pemandangan Danau Segara Anak Gunung Rinjani dari sudut yang berbeda. Dijamin istimewa.

2. Minim Polusi, Tawarkan Suasana Pedesaan dengan Keasrian dan Kearifan Lokal

Desa Tetebatu menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keasrian dan keaslian pedesaan baik dari tradisi bertani, kearifan lokal gotong royong, kesejukan desa, bentangan alam hijau, pola kehidupan sosial-budaya dan adat istiadat masyarakat setempat masih kuat terjaga. 

Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani ini memiliki mata pencaharian lewat hasil pertanian dan kebun seperti padi, jagung, durian, nangka, alpokat, manggis, coklat, mahoni, pisang, cengkih, kopi, kelapa dan lain sebagainya sangat mendukung bagi peningkatan perkapita masyarakat setempat. 

Baca Juga: Luis Diaz Siap Perpanjang Kontrak di Liverpool, Tolak Rayuan Barcelona dan Klub Arab!

Di sisi lain, pertanian dan perkebunan ini sangat didukung dengan sistem pengairan (irigasi) menggunakan sistem subak dan anak subak (Subak Lingsar, Penyonggok dan Kembang Sri).

Selanjutnya pemerintah Desa Tetebatu bersama masyarakat mengadakan peningkatan dan pemeliharaan mata air yang diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan massa air dengan PNPM-MP BKM. 

Selain itu juga, pemdes Tetebatu bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Lotim dengan kegiatan penanaman pohon kayu di sekitar mata air dan penaludan untuk mencegah erosi.

Topografi Desa Tete Batu ini menunjukkan terbentuknya canyon yang memanjang seperti kontur tanah yang menyajikan hijau dan suburnya panorama sawah yang bertingkat-tingkat (rice terrace). 

 

MUDAH DIJANGKAU: Butuh waktu sekitar satu jam menuju Desa Tetebatu dari Kota Mataram.
MUDAH DIJANGKAU: Butuh waktu sekitar satu jam menuju Desa Tetebatu dari Kota Mataram.

3. Desa Tetebatu Memegang Adat Istiadat dan Budaya Masyarakat Lombok.

Desa Tetebatu  masih  memegang erat  adat  istiadat  yang  biasa  dipakai terutama dalam hal pernikahan dan penyambutan tamu.

Hal ini dibuktikan dengan adanya lembaga adat yang diberi nama “Sugeng Rauh”, yang mana tokoh adatnya berfungsi untuk menjalankan segala proses pernikahan seperti besejati, nyelabar, sorong serah, aji krama dan lainnya. 

Kemudian adat ngiring nyongkolan sebagai salah satu bagian tradisi pernikahan juga masih melekat di tengah masyarakat.

Desa Tetebatu berada di wilayah Kecamatan Sikur, terletak dibagian utara dengan luas wilayah 8.095,8 Ha2 berpenduduk 8.654 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 2.635KK, yang terdiri  atas laki-laki  4.009 jiwa  dan perempuan 4.587 jiwa. 

4. Monkey Forest menjadi daya tarik wajib bagi pengunjung.

Salah satu daya tarik ekowisata di desa Tetebatu adalah hutan monyet (monkey forest) yang terletak di bagian utara.

Saat memasuki hutan, wisatawan disambut oleh nyanyian merdu  dengan beragam jenis burung dan deretan pohon yang tersusun rapi. Hutan itu juga dihuni oleh lutungor lutung (Trachypithecus Auratus), spesies monyet hitam berekor panjang yang merupakan salah satu dari penghuni asli hutan. 

Kegiatan ekowisata flora-fauna endemik, bird watching juga memberikan diversifikasi produk wisata desa.

Di samping itu juga, terdapat perkebunan tanaman hortikultura seperti komoditas pala.

Itu merupakan Salah satu pala produksi siap konsumsi dan menjadi souvenir manisan pala. 

Cuaca desa yang sejuk sangat cocok untuk orang-orang yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan lain.

Sungai yang membentang di kaki Gunung Rinjani adalah tempat yang bagus untuk mandi dan relaksasi. 

Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur masih tetap ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur masih tetap ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

5. Homestay Berbasis Masyarakat Bisa Bikin Wisatawan Mancanegara Membaur dengan Warga

Masyarakat Tete Batu sudah mulai sadar akan pariwisata.

Salah satunya kegiatan homestay berbasis masyarakat yaitu memberikan wisatawan langsung terlibat bersama dengan tuan rumah dan masyarakat setempat untuk berpengalaman nyata layaknya hidup diperdesaan dengan aktivitas lokal. 

Pengunjung secara langsung beraktifitas di sawah, memberi makan sapi, menggoreng biji kopi dengan cara tradisional, belajar memasak yang dirangkaikan dalam bentuk aktifitas agrowisata.

Kegiatan lainnya seperti pembuatan kerajinan anyaman bambu, berpengalaman dalam prosesi kesenian desa seperti gamelan, tari, dan upcara lainnya. 

Daya tarik wisata selanjutnya adalah cycling tour yaitu menikmati keseluruhan potensi keragaman Desa Tetebatu dengan bersepeda santai sambil berolahraga untuk menunjang kesehatan serta eksplorasi alam luas lereng Rinjani selatan. 

Terakhir tapi tidak kalah pentingnya juga yaitu mengajak pengunjung untuk ikut berpartisipasi bertanggung jawab terhadap alam dengan kegiatan wisata go-green.

Pengunjung disediakan beberapa bibit pohon untuk dapat ditanam baik didalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. (ton)

Editor : Kimda Farida
#Pemkab Lotim #Tetebatu