
LombokPost - Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) kini menjadi sorotan tajam para alumni. Pasalnya, masa kepengurusan Pengurus Pusat IKA Unram periode 2021-2025 telah berakhir namun belum ada tanda-tanda penyelenggaraan Munas hingga saat ini.
Alumni Universitas Mataram, M. Fihirudin, mendesak pengurus pusat memberikan penjelasan terbuka terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan seharusnya menjadi momentum bagi organisasi untuk segera menjalankan mekanisme pergantian kepemimpinan secara konstitusional.
"Kalau kita merujuk pada periode kepengurusan, Pengurus Pusat IKA Unram itu dilantik pada 3 Juli 2021 untuk masa bakti 2021-2025," kata Fihir, Minggu (1/11).
Baca Juga: Job Fair Unram 2026 Tawarkan 700 Lowongan, 2.300 Pencari Kerja Berebut Peluang
Fihir menyatakan bahwa terdapat ketidakpastian mengenai keberlanjutan organisasi saat ini. Menurutnya, Munas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum evaluasi pertanggungjawaban serta penentu arah kepemimpinan masa depan.
Ia mengingatkan bahwa organisasi sebesar IKA Unram harus memberikan teladan dalam hal tertib administrasi. Fihir khawatir jika persoalan ini dibiarkan, akan muncul kesan bahwa masa jabatan pengurus dapat berjalan tanpa batas waktu yang jelas.
Selain soal Munas, Fihir juga menyoroti keabsahan pelantikan pengurus IKA Unram di tingkat kabupaten dan kota. Ia mempertanyakan dasar hukum pelantikan tersebut mengingat masa berlaku surat keputusan pengurus pusat sudah berakhir.
"Bagaimana mungkin pengurus kabupaten atau kota dilantik sementara SK kepengurusan di tingkat pusat yang menjadi dasar kewenangannya sudah berakhir? Apa landasan organisasi yang digunakan untuk melakukan pelantikan tersebut?" tegas Fihir.
Baginya, persoalan ini menyangkut kepatuhan terhadap aturan organisasi secara mendasar. Ia berharap para pengurus segera memberikan klarifikasi kepada seluruh alumni agar masalah ini tidak terus menggantung tanpa kepastian.
"Jangan sampai kita berbicara tentang membangun solidaritas alumni dan membesarkan nama Universitas Mataram, tetapi di dalam organisasi sendiri aturan dasar justru tidak dijalankan dengan baik," pungkas Fihir.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




