Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rental PlayStation di Mataram: Nostalgia yang Tak Pernah Pudar

Hamdani Wathoni • Minggu, 7 September 2025 | 17:00 WIB
JADI HIBURAN POSITIF: Sejumlah pelanggan sedang asik bermain game PlayStation di lokasi rental Jalan Bung Hatta tak jauh dari Kampus UIN Mataram.
JADI HIBURAN POSITIF: Sejumlah pelanggan sedang asik bermain game PlayStation di lokasi rental Jalan Bung Hatta tak jauh dari Kampus UIN Mataram.

LombokPost - Di tengah derasnya arus game online berbasis smartphone, rental PlayStation (PS) di Kota Mataram dan sejumlah wilayah di Pulau Lombok justru tetap bertahan. Kehadirannya bahkan tak kalah dengan toko fashion, konter HP, maupun pusat penjualan gawai yang menjamur di kota ini.

Hampir di setiap ruas jalan utama Mataram, rental PlayStation mudah ditemui. Mulai dari Jalan Bung Hatta, Airlangga, hingga Sriwijaya, deretan tempat sewa konsol selalu ramai oleh pencinta game. Lokasi-lokasi strategis seperti depan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, simpang Tanah Aji, hingga kawasan Islamic Center menjadi pusat berkumpulnya para gamer lintas usia.

Tak hanya pelajar SMA atau mahasiswa, pegawai kantoran pun kerap meluangkan waktu selepas kerja untuk bermain. “Rasanya nostalgia. Dari kecil sudah main PES, sekarang pun masih. Bedanya, grafiknya makin nyata seperti bola sungguhan. Itu yang bikin saya dan teman-teman tidak pernah bosan,” ungkap Amaral, warga Pagutan yang sejak kecil setia dengan game sepak bola.

Game sepak bola seperti Pro Evolution Soccer (PES) dan FIFA memang tak pernah kehilangan pesona. Grafik yang semakin realistis, ditambah sensasi kompetisi bersama teman, membuat permainan konsol tetap punya daya tarik tersendiri. Bagi sebagian orang, rental PlayStation bukan sekadar tempat bermain, melainkan juga ruang sosialisasi.

Muzakir, seorang mahasiswa di Mataram menjadikan rental PS sebagai tempat melepas penat. “Saya main PS bukan karena jago, tapi untuk menghilangkan stres. Setelah kuliah seharian, main PS bisa bikin kepala lebih rileks,” katanya.

Fenomena ini membuktikan bisnis rental PS masih menjanjikan. Salah satunya, rental di depan UIN Mataram yang berdiri sejak tiga tahun lalu. Dengan 14 unit PS4 dan satu PS5, tempat itu hampir tidak pernah sepi pengunjung. “Mayoritas memang mahasiswa, tapi anak sekolah hingga pegawai kantoran juga sering datang. Malam hari biasanya penuh,” kata Hendra, penjaga rental.

Harga sewa yang terjangkau menjadi daya tarik lain. Tarif PS4 Rp8.000 per jam, sedangkan PS5 Rp12.000 per jam. Ada juga paket hemat tiga jam Rp30.000. Untuk yang ingin kenyamanan ekstra, tersedia ruangan VIP ber-AC dengan sofa empuk dan Wi-Fi dengan tarif Rp15.000–Rp25.000 per jam.

Jika dulu rental identik dengan kursi plastik dan suasana bising, kini banyak pengusaha berbenah. Suasana lebih bersih, nyaman, bahkan mirip kafe. “Sekarang rental PS jauh lebih nyaman. Ada sofa, AC, dan tempatnya bersih. Rasanya seperti nongkrong di kafe, tapi sambil main game,” tambah Amaral.

Bertahannya rental PlayStation di Mataram menunjukkan konsol masih punya tempat di hati masyarakat. Meski game mobile terus berkembang, pesona bermain di layar lebar dengan kontroler tetap tak tergantikan. Bagi sebagian gamer, ini bukan hanya hiburan, tapi juga nostalgia masa kecil yang terus hidup.

“Tidak ada orang yang suka game sejak kecil lalu tiba-tiba berhenti saat dewasa. Kami tetap suka main PS karena bisa bikin semangat hidup kembali,” ujar Zahir.

Dengan strategi bisnis yang menyesuaikan zaman, fasilitas modern, serta tarif ramah di kantong, rental PlayStation di Mataram diyakini akan tetap eksis. Dunia game mungkin bergerak ke arah digital, tapi pesona konsol, tampaknya, memang tak lekang oleh waktu.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Game #Hiburan #playstaion 5 #lifestyle #PlayStation 3