Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Amalan Setelah Jumatan: Wirid dan Doa Agar Dicukupkan Rezeki dan Diampuni Dosa

Kimda Farida • Jumat, 26 Desember 2025 | 13:09 WIB
ilustrasi
ilustrasi

LombokPost--Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Mengisinya dengan amalan sunah adalah hal yang dianjurkan. Salah satu teladan Nabi Muhammad SAW adalah membaca wirid dan doa tertentu selepas shalat Jumat, sebelum mengubah posisi duduk.

Wirid Surat Pilihan

Sebagaimana dikutip dari penjelasan Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam artikelnya di NU Online, Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi dalam Hasyiyatus Syarqawi menganjurkan untuk membaca:

-Surat Al-Fatihah

-Surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad)

-Surat Al-Falaq

-Surat An-Nas

Masing-masing dibaca sebanyak tujuh kali setelah salam shalat Jumat.

Doa Memohon Kecukupan Rezeki

Setelah membaca wirid surat-surat tersebut, amalan dilanjutkan dengan membaca doa berikut empat kali:

يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya: "Wahai Tuhan Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, Yang Maha Memulai lagi Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan dengan karunia-Mu dari (karunia) selain-Mu."

Baca Juga: DPP Demokrat Tegaskan Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo hingga ke Level Daerah

Fadhilah Keutamaan Amalan

Menurut Syekh As-Syarqawi, sebagaimana dikutip Alhafiz, siapa yang melazimkan amalan ini akan memperoleh beberapa keutamaan:

  1. Dicukupkan rezeki oleh Allah dari arah yang tidak disangka.

  2. Diampuni dosa-dosanya, baik yang lalu maupun yang akan datang.

  3. Dipelihara agama, kehidupan dunia, keluarga, serta anak-anaknya.

    Amalan Tambahan: Syair Abu Nawas

Artikel tersebut juga menyebut amalan dari syair yang dianggit Abu Nawas, seperti dikutip Sayid Bakri bin Muhammad Syatho Dimyathi dari Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani. Syair ini dibaca lima kali setiap Jumat, baik setelah shalat Jumat atau setelah Ashar.

إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلًا وَلَا أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيمِ

فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيمِ

Artinya: "Tuhanku, aku bukanlah ahli (penghuni) surga Firdaus. Aku juga tidak kuat menahan neraka Jahim. Maka anugerahilah aku taubat dan ampunilah dosa-dosaku. Sungguh, Engkau adalah Pengampun dosa besar."

Keutamaannya, sebagaimana disebutkan, adalah harapan agar Allah SWT mencabut ruhnya dalam keadaan Islam.

Dengan mengamalkan wirid dan doa yang diajarkan ini, diharapkan keistimewaan hari Jumat dapat dimaksimalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Editor : Kimda Farida
#amalan khusus #Shalat Jumat