Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ronaldo Tak Pernah Abaikan Kritik, 1.000 Gol Jadi Target Berikutnya

J
Penulis: Jay❯
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Irlandia pada laga uji coba internasional terakhir jelang putaran final Euro 2024 di Stadion Municipal de Aveiro, Rabu (12/6/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Luis Vieira)
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Irlandia pada laga uji coba internasional terakhir jelang putaran final Euro 2024 di Stadion Municipal de Aveiro, Rabu (12/6/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Luis Vieira)

Advertisement

 

LombokPost- Cristiano Ronaldo punya cara tersendiri menghadapi kritik. Alih-alih mengabaikan komentar negatif, megabintang asal Portugal itu justru menjadikannya sebagai bahan bakar untuk terus berkembang. Mentalitas tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Ronaldo mampu menjaga ambisi dan performanya hingga usia 41 tahun.

Pengakuan itu disampaikan mantan rekan setimnya di Manchester United (MU) Rio Ferdinand. Menurut Ferdinand, Ronaldo selalu berusaha mengetahui komentar negatif yang diarahkan kepadanya. Kritik tersebut kemudian dipikirkan dan dimanfaatkan sebagai motivasi untuk membuktikan kualitasnya.

Advertisement

Mentalitas Cristiano Ronaldo itu kembali menjadi sorotan seiring ambisinya mengejar 1.000 gol sepanjang karir profesional. Penyerang Al Nassr tersebut disebut hanya membutuhkan 19 gol lagi untuk mencapai tonggak bersejarah tersebut.

Meski telah mengoleksi lima penghargaan Ballon d'Or dan lima gelar Liga Champions, Ronaldo tetap menjadi sasaran kritik. Bahkan, sikapnya terhadap sejumlah pengkritik, termasuk mantan pemain yang pernah merumput bersamanya, sempat menjadi perhatian publik.

Advertisement

Ambisi mencetak 1.000 gol menjadi salah satu gambaran kuat mengenai karakter Ronaldo. Dalam acara Sports Breakfast Show, Ferdinand membahas mentalitas mantan rekannya itu setelah Ally McCoist menyebut Ronaldo akan terobsesi untuk mencapai angka tersebut. Ferdinand sepakat bahwa obsesi merupakan bagian penting dari perjalanan karier Ronaldo. Namun, menurut dia, ambisi sang megabintang tidak sebatas mengejar jumlah gol.

Ronaldo juga berusaha menjaga kondisi fisik, mempertahankan performa, dan meninggalkan jejak dalam sejarah sepak bola. Semua itu menjadi bagian dari keinginannya untuk dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

"Ya, dia akan terobsesi untuk mencapai 1.000 gol. Menurut saya, itu kata kunci yang tepat untuk menggambarkan dirinya," kata Ferdinand, dikutip dari talkSPORT.

"Orang bisa membicarakan kemampuan dan ketajamannya mencetak gol. Namun, dia terobsesi untuk berada dalam kondisi terbaik, menjadi yang terbaik, mencetak gol sebanyak mungkin, serta meninggalkan jejak dalam permainan agar dikenang sebagai legenda," lanjutnya.

Ambisi tersebut membuat perjalanan Ronaldo terus menarik perhatian. Pada usia 41 tahun, ia masih memburu rekor gol yang akan menjadi pencapaian besar dalam karirnya. Menurut Ferdinand, Ronaldo bukan tipe pemain yang membiarkan komentar negatif berlalu begitu saja. Ia akan mencari tahu siapa yang menyampaikan kritik, memikirkan isi komentar tersebut, kemudian menjadikannya dorongan untuk terus membuktikan diri.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Benatia: Cristiano Ronaldo Sangat Terpukul Gagal Raih Ballon d'Or 2018 dan Kalah dari Luka Modric

Benatia: Cristiano Ronaldo Sangat Terpukul Gagal Raih Ballon d'Or 2018 dan Kalah dari Luka Modric

Medhi Benatia ungkap Cristiano Ronaldo sangat terpukul hingga kesal saat kalah dari Luka Modric di Ballon d'Or 2018 usai gabung Juventus.

Mengenang Momen Ballon d'Or 2007, saat Kaka Kangkangi Christiano Ronaldo dan Lionel Messi

Mengenang Momen Ballon d'Or 2007, saat Kaka Kangkangi Christiano Ronaldo dan Lionel Messi

Nama Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang lebih dikenal sebagai Kaka, resmi dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or 2007. Kaka mengumpul

Erik ten Hag Semprot Cristiano Ronaldo: Merasa Lebih Besar dari Klub dan Portugal

Erik ten Hag Semprot Cristiano Ronaldo: Merasa Lebih Besar dari Klub dan Portugal

Erik ten Hag sebut Cristiano Ronaldo buat Portugal tersandera. CR7 dinilai merasa lebih besar dari klub dan negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer